Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, S.Th.

Labels

Wednesday, May 1, 2013

Perencanaan Yang Matang - Nehemia 2:1-8


Banyak dari kita yang sudah mengetahui dengan seorang artis bernama Jennifer Aniston. Wanita berusia 40 tahun ini adalah seorang bintang film serial friends yang populer di dunia. Di tahun 2010 ia punya rencana besar. Aktris yang bermain dalam film He’s Just Not That Into You dan The Break-Up ini kabarnya berencana membuka sebuah restoran. Ia ingin membuka sebuah restoran Meksiko di kota New York, Amerika Serikat. Sebenarnya keinginannya itu berasal dari kecintaannya pada makanan pedas. Dia suka makanan pedas, padahal kita tahu bahwa banyak orang Amerika tidak bisa makan makanan pedas. Biasanya, mereka akan menghindari makanan pedas. Kalau mereka sampai makan makanan pedas, mulut mereka akan terasa seperti sedang terbakar. Menurut Aniston, saat itu dia sudah sampai pada tahap negosiasi untuk segera merealisasikan rencana itu. 

Melalui wawancara yang dikutip dari salah satu surat kabar Inggris, Daily Mirror, Aniston mengatakan, "Jika semua berjalan baik, kuharap bisa membuka sebuah restoran masakan Mexico di New York City pada tahun 2010. Aku sangat menyukai masakan Mexico. Aku akan bergabung dengan pembeli dan jadi pelayan tamu." Jennifer Aniston mungkin memang salah satu aktris yang terkenal di Hollywood, tetapi dia masih mempunyai mimpi yang lain selain menjadi seorang aktris. Dan dia merencanakan hidupnya untuk masa depan. Mungkin selain kecintaannya pada masakan pedas, di sisi lain dia pasti juga mengetahui bahwa dia tidak akan terus menerus berkecimpung di dunia Hollywood. 

Pada saat Nehemia mempunyai mimpi untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang sudah hancur, dia tidak hanya sekadar bermimpi saja, tetapi sebagai seorang pemimpin pembangunan tembok Yerusalem, dia memiliki perencanaan yang matang. Untuk itulah dia berkata kepada Raja Artahsasta, "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Nehemia pasti sudah mengetahui masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam perjalanannya menuju kampung halamannya, itulah sebabnya Nehemia meminta “surat rekomendasi”, karena ia tidak mau menghadapi suatu kesulitan dalam perjalanan. Selain itu, dia juga meminta bahan bangunan, karena dia tidak mau pekerjaannya sampai tertunda karena kekurangan kayu. Untuk itulah dia sudah mempersiapkan dan merencanakan dari jauh-jauh hari sebelum berangkat. 


Mungkin kita bukan seorang pemimpin dalam suatu organisasi yang harus selalu memiliki perencanaan yang matang, tetapi paling tidak kita harus memimpin diri kita sendiri, sehingga kita memiliki perencanaan yang matang untuk masa depan kita sendiri.

Hasil yang matang, pasti melalui proses dari perencanaan yang matang.

No comments: