Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Tuesday, April 30, 2013

Gluttony - Keluaran 16:11-20


Gluttony berasal dari bahasa latin, yaitu gluttire. Yang berarti mekonsumsi makanan dengan berlebihan  sehingga makanan tersebut tidak habis dan akhirnya dibuang. Pandangan ini adalah salah satu dari tujuh dosa mematikan, yang merupakan bagian dari etika Kristen tentang makanan. Istilah sehari-hari yang sering dipakai adalah kerakusan. Orang yang rakus cenderung egois, karena dia akan berusaha untuk mendapatkan makanan sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan orang lain, dan hanya dirinya sendiri yang dipuaskan dari makanan tersebut. Bahkan tidak jarang dia membuang makanan karena terlalu berlebihan.

Kelihatannya kerakusan adalah dosa yang sering diabaikan oleh orang Kristen. Sering kali kita mengatakan bahwa orang yang merokok dan memakai obat-obatan terlarang tidak baik, karena akan merusak kesehatan, sehingga kita menghakimi orang-orang yang mekonsumsinya. Tetapi karena alasan tertentu, kerakusan sering kali lebih ditolerir atau dimaklumkan karena suatu alasan tertentu. Kalo kita renungkan, umat Kristen adalah umat yang selalu makan setiap kali ada acara ataupun perayaan. Baik itu ulang tahun Gereja, perayaan Paskah, perayaan Natal, baptisan air, pemakaman, kelahiran anak baru, dll. Pasti ada saja makanan yang disediakan. Penelitian di Purdue University menemukan bahwa orang-orang agamawi lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan dibanding orang-orang yang tidak bersifat agamawi. Hal ini membuktikan bahwa orang Kristen mungkin tidak bermasalah untuk tidak merokok, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak selingkuh dan tidak meminum minuman keras, tetapi orang Kristen bermasalah dengan kerakusan makanan.

Pada saat bangsa Israel membutuhkan makanan, Tuhan memberinya burung puyuh dan manna. Tuhan memberi perintah untuk memungut manna itu di pagi hari, menurut keperluannya masing-masing. Setiap orang boleh mengambil segomer (takaran untuk benda padat setara dengan dua liter), serta tidak boleh mengambil lebih untuk keesokan hari. Dan sebagian besar bangsa Israel mentaati perintahNya. Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Karena tiap-tiap orang mengambil menurut keperluannya. Tetapi ada yang mentaati perintah Tuhan, sehingga manna itu menjadi berulat dan berbau busuk. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita, supaya dalam menyiapkan atau memasak makanan jangan sampai berlebihan, bahkan sampai dibuang lebihnya. Hal ini memberi peringatan kepada kita untuk dapat mengucap syukur atas setiap makanan yang dapat kita makan setiap hari dan peringatan untuk dapat menguasai diri terhadap makanan. Tidak ada yang salah dengan makanan, toh pada saat Yesus di dunia juga suka makan sampai dikatai seorang pelahap (Mat 11:19). Hal itu menjadi salah pada saat kita makan terlalu berlebihan, sehingga sisanya sampai dibuang dengan percuma.

Seseorang yang berhasil mengontrol nafsu makannya, berarti dia juga berhasil mengontrol dirinya.

2 comments:

lydia dwiyanti said...

terimakasih utk postingannya.. saya jg termasuk kategori org yg suka berlebihan klo makan, dan artikel ini sangat membangun saya utk belajar mengontrol cara makan saya. God bless

paulus sutedjo said...

Sama2 lydia :) saya juga masih suka berlebihan hehehehe... utk hal ini kita sama2 belajar :D sebenarnya ga ada yg salah dengan makanan. Tetapi segala sesuatu yang terlalu berlebihan atau pun berkekurangan sama tidak baiknya.

All praise to God, praise 4ever!