Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Thursday, May 16, 2013

Misteri 18 Tahun yang Hilang - Lukas 2:51; Efesus 6:1-3


Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan dalam komunitas Kristen adalah apa saja yang Yesus lakukan setelah berumur dua belas tahun? Karena Alkitab mencatat bahwa tiba-tiba Yesus hadir pada umur kira-kira tiga puluh tahun (Luk 3:23). Ke mana Yesus selama delapan belas tahun? Ini adalah tahun-tahun yang hilang, yang tidak pernah diungkapkan dalam Alkitab. Yang pasti Alkitab mencatat, setelah Yesus dibaptis, Bapa di Sorga memujiNya, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat 3:17). Jadi sebenarnya apa yang Yesus lakukan selama delapan belas tahun, sampai Bapa memujiNya. Alkitab tidak mengatakan apapun mengenai tahun-tahun yang tersembunyi ini, kecuali satu frasa di dalam Luk 2:51, "Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka..." Kata "tetap hidup dalam asuhan", dalam bahasa Inggris terjemahan King James Version ditulis "subject unto". Kata ini dalam bahasa Yunani ditulis hupotassō (υποτάσσω), yang artinya secara reflek mematuhi atau di bawah ketaatan, tentunya dalam hal ini Yesus dibawah ketaatan orang tuaNya, yaitu Yusuf dan Maria.  

Konon dulu di Jepang ada tradisi anak akan membuang orang tua mereka yang sudah uzur ke hutan. Suatu hari seorang pria berjalan tertatih-tatih karena membopong seorang wanita tua ke hutan untuk dibuang. Wanita tua itu adalah ibu kandungnya sendiri. Ketika pria itu menggendong ibunya ke tengah hutan, di sepanjang perjalanan sang ibu mematahkan ranting-ranting kecil yang bisa digapainya. Setelah sampai di tengah hutan, pria itu menurunkan ibunya sembari berkata: “Bu, kita sudah sampai.” Sebenarnya pria itu bergumul dengan perasaan sedih di hatinya, tetapi entah kenapa dia tega melakukannya. “Nak, Ibu sangat mengasihimu. Sejak kau kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang Ibu miliki dengan tulus, bahkan sampai detik ini. Ibu tidak ingin engkau tersesat saat pulang nanti, karena itu tadi Ibu mematahkan ranting-ranting kecil di sepanjang jalan. Ikutilah patahan ranting itu maka engkau akan sampai di rumah dengan selamat.” Demikian pesan si Ibu sambil memberikan pelukan untuk yang terakhir kalinya. Mendengar itu, hati si anak menjadi hancur, ia tak bisa lagi membendung air matanya. Sambil menangis ia memeluk ibunya sangat erat. Kemudian digendongnya wanita tua itu untuk dibawa pulang. Konon, pria itu merawat ibunya dengan penuh kasih sampai ajal memanggil ibunda tercinta. Ketulusan kasih seorang ibu tidak berubah!

Firman Tuhan selalu mengingatkan kepada kita untuk taat dan hormat kepada orang tua, bahkan Yesus sendiri mentaati orang tuaNya. Orang tua adalah wakil Tuhan dalam dunia ini. Apabila kita tidak mematuhi dan tidak menghormati orang tua kita, maka kita sama dengan tidak mentaati firman Tuhan. "Hormatilah Ayahmu dan Ibumu supaya lanjut umurmu!"

Kita tidak perlu selalu setuju dengan yang dikatakan orang tua, tetapi dengan mendengarkan kita sudah menghormati.

2 comments:

Sembung said...

Judul karo isine ra nyambung

paulus sutedjo said...

Mungkin masih susah diterima ya bro hahaha
Intinya sih hanya ingin mengungkapkan misteri yg hilang. Ternyata memang Alkitab menyingkapkan sedikit. Nah yg sedikit itu saya ambil utk dijadikan renungan :) sifat renungan ini praktis ;)
Anyway thx Jbu