Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Friday, October 1, 2010

KITAB YOHANES 1:1-18


Yoh 1:1-2, 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

·         Dalam ayat ini Yohanes membawa kita kembali kepada keadaan sebelum penciptaan alam semesta. Ia tidak bermaksud membuktikan bahwa Allah ada, sebab hal itu memang telah diakui oleh manusia.[1]

·         Pengajaran Yohanes merupakan suatu filsafat baru, berdasarkan Yesus Kristus yang telah bangkit. Logos itu kekal. Ia selamanya ada. Logos itu adalah suatu Pribadi. Ia adalah Pribadi yang setara dengan Allah dan Ia adalah Allah. Ia menjadikan segala sesuatu. Ia memiliki kehidupan rohani yang kekal. Logos telah menjadi manusia dan datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia.[2]

  ·    Kata firman diatas dlm bahasa Yunani berarti Logos. Firman/Logos adalah Yesus, terlihat jelas dalam ayat 1 dan 14. Firman/logos adalah Yesus, karena ‘Word / Kata’ berfungsi untuk menyatakan diri kita, pikiran kita, kehendak kita, dan apa yang ada dalam diri kita kepada orang lain. Yesus disebut ‘Word / Kata’, karena Ia menyatakan Allah, pikiran Allah, kehendak Allah kepada kita (bdk. ay 18  Mat 11:27  Ibr 1:1). [3]

·         Kata-kata yang diterjemahkan ‘bersama-sama dengan Allah’ dalam bahasa Yunaninya adalah PROS TON THEON, yang secara harafiah berarti ‘berhadapan muka dengan Allah’, dan ini menunjukkan bahwa Yesus dan Allah adalah 2 pribadi yang berhadapan. [4]

·         Ada hubungan intim / persekutuan yang indah antara Yesus / Firman dengan Allah. Ay 2 melanjutkan dengan menunjukkan bahwa hubungan intim / persekutuan yang indah itu sudah ada ‘pada mulanya’ (sejak kekal)! Bdk. Yoh 17:5,24.

·         Ini membuat kita makin mengerti, mengapa Yesus begitu menderita ketika Bapa meninggalkan Dia ketika Ia ada di kayu salib (Mat 27:46  bdk. Mat 26:37-38). Tetapi Yesus tetap rela mengalami semua ini (terpisah dari BapaNya) supaya saudara bisa dipersatukan dengan Allah!

·         Kata-kata terakhir sangat menjelaskan dari keseluruhan ayat 1, yaitu bahwa Firman itu yang berarti juga Yesus adalah Allah. berarti Yesus dan Allah adalah sama, tetapi tetap 2 pribadi yang berbeda.

·         Dalam ayat yang ke-2 kembali Yohanes menegaskan bahwa Ia yang berarti Yesus pada mulanya bersama-sama dengan Allah, berarti sejak semula Allah dan Yesus itu bersama-sama, ini juga salah satu yang membuktikan 2 dari 3 unsur tritunggal Allah.


Yoh 1:3-5,  3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 

·         Ay.3, menjelaskan bahwa Firman/Yesus itu adalah Pencipta. Dapat dipastikan bahwa Yohanes sangat menguasai kitab pentateukh yang ditulis Musa, karena dari ayat pertama, Yohanes sudah mengulangi kata-kata dari kejadian 1 dan dalam ayat 3 ini juga dijelaskan bahwa segala sesuatu ada karena Allah atau Firman yang menjadi manusia, yaitu Yesus. Dalam Yohanes 3 ini, konsep Tritunggal dalam Injil Yohanes ini jelas.

·         Ay 3a, menunjukkan secara positif, sedangkan ay 3b menunjukkan secara negatif, bahwa Yesus adalah Pencipta. Dan semua ini menunjukkan bahwa segala sesuatu di luar diri Allah adalah tidak kekal, karena semuanya dicipta. Ini juga secara implicit menunjukkan bahwa Yesus (= yang mencipta) bersifat kekal, karena Ia sendiri tidak dicipta.

·         Ay.4, Dalam arti seperti itulah dikatakan bahwa ‘dalam Yesus ada hidup’. Jadi, hanya dalam Yesus ada hidup kekal / hidup rohani. dan hidup itu adalah terang manusia, yang berarti terang itu adalah kehidupan bagi manusia. Berarti bila diluar terang tersebut yang berarti diluar kehidupan dari Allah yang kekal, maka akan dihukum dan binasa.

·         Ay.5, Sama seperti terang, maka kegelapan di sini berarti kegelapan secara rohani. Ini menunjuk kepada manusia yang digelapkan oleh dosa dan ketidakpercayaan. Ay.5b, Kegelapan tidak akan bisa mengusai Allah/Yesus. Karena Dialah terang yang bercahaya itu.


Yoh 1:6-9, 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7  ia datang sebagai Saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

·         Yang dimaksudkan utusan Allah yang bernama Yohanes ini adalah Yohanes Pembaptis, bukan Rasul Yohanes. Tugas Yohanes Pembaptis adalah menjadi saksi tentang terang / Yesus, supaya semua orang menjadi percaya kepada Yesus.

·         Semua orang kristen, dan semua hamba Tuhan, mempunyai tugas yang sama dengan tugas Yohanes Pembaptis, yaitu membawa orang kepada Kristus! Gereja yang tidak menekankan pentingnya untuk membawa orang kepada Kristus, jelas adalah gereja yang tidak alkitabiah / injili.

·         Kalau kita kita bersaksi tentang terang, maka perlu kita ingat bahwa makin gelap suatu tempat, makin terang itu dibutuhkan di tempat itu! Karena itu janganlah takut bersaksi kepada orang-orang yang hidupnya bejad, atau yang kelihatannya tidak bakal mau percaya kepada Yesus. Ingatlah bahwa pertobatan mereka tidak tergantung pada diri saudara maupun orang itu sendiri, tetapi tergantung Roh Kudus!

·         Seperti Yohanes Pembaptis yang bukan Yesus (Ay.8:Terang), tetapi tetap pada tugasnya, yaitu memberi kesaksian tentang Yesus (Terang) itu, supaya orang percaya kepada Yesus yang menjadi sumber Terang Kehidupan.

·         Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia ini yang dimaksud adalah Yesus yang sedang masuk dalam pelayananNya bukan turun ke dunia (Inilah yang dimaksud Ay.9).


Yoh 1:10-11, 10  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia Tidak mengenal-Nya. 11  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

·         ‘Dunia’ dalam ayat itu berarti orang-orang yang ada di dalam dunia ini. manusia adalah milik Yesus, sebab Ia telah menjadikan mereka. Manusia tidak mengenal Firman Allah itu pada waktu Ia menjelma menjadi manusia. Manusia tidak mengenal Dia sebagai Allah yang menjelma.[5]

·         Ada yang menganggap bahwa kata-kata ‘milik kepunyaanNya’ menun­juk kepada semua manusia. Kalau demikian maka arti ay. 11 menjadi sama seperti ay 10. Tetapi mayoritas penafsir menganggap bahwa kata-kata ‘milik kepunyaanNya’ hanya menunjuk kepada orang-orang Yahudi. Bandingkan dengan Kel 19:5  Ul 7:6  Maz 135:4  Yes 1:2-3 yang menunjukkan bahwa Israel sering disebut sebagai milik Tuhan.
 
·         Ay. 11b Tetapi pada akhirnya orang-orang Yahudi (orang-orang kepunyaanNya) itulah yang menolak Yesus. Orang-orang Yahudi adalah gereja [visible church (= gereja yang kelihatan)] saat itu. Tetapi mereka menolak Kristus! Bahkan pada akhirnya mereka juga yang akhirnya menyalibkan Yesus.

·         Karena itu kalau jaman sekarang ada banyak orang di dalam gereja yang menolak / tidak percaya kepada Kristus, itu bukanlah sesua­tu yang aneh.


Yoh 1:12-13, 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi Anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

·         Ay.12-13 menggambarkan orang-orang yang menerima/percaya kepada Kristus. Berbeda sekali dengan ay.10-11. Kata semua orang disitu, dimaksudkan bahwa menjadi anak-anak Allah yang diberi kuasa itu ditawarkan kepada seluruh umat manusia yang berada di dunia, yang berarti kita diberikan kehendak bebas untuk memilih percaya kepadaNya atau menolakNya.

   ·  Ay.13 Ini menunjukkan bahwa dalam persoalan kelahiran baru, hal-hal jasmani (seperti darah, nafsu sex dsb) sama sekali tidak punya peranan. Kelahiran baru merupakan pekerjaan Allah saja!

   ·    Jadi orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai juru selamat adalah orang-orang yang lahir baru, bukan sekedar keturunan jasmani kristen, tetapi keyakinan dan kepercayaan pribadinya untuk percaya kepada Allah dan mempunyai pengalaman dengan Allah.

Yoh 1:14,  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

·         Semua yang dikatakan dalam ayat 1 sampai 13 membawa kita kepada ayat ini. dengan ayat ini Rasul Yohanes menyatakan bahwa Firman itu menjelma menjadi manusia melalui anak dara Maria. Firman itu tidak masuk, tidak memenuhi manusia, melainkan menjadi manusia. Dengan ayat 1 dan 14 Yohanes mempertahankan Ketuhanan dan kemanusiaan Yesus Kristus.[6] Yang telah kita sering dengar Yesus adalah Allah 100% dan manusia 100%.


Yoh 1:15-17, 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

·         Dalam ayat 15, Yohanes Pembaptis memulai kesaksiannya tentang Yesus Kristus, lalu dilanjutkan dalam ayat 19 hingga 36 dan dalam pasal 3:23-36. Perkataan ‘mendahului’ dalam ayat 15 menunjukkan keterangan waktu. Seolah-olah Yohanes Pembaptis berkata, “Ia yang datang setelah aku (pekerjaan Mesias), Ia lebih dahulu daripadaku (keadaannya sebagai Firman Yang Kekal), karena Ia lebih dahulu daripadaku (Firman yang kekal), karena Ia sudah ada lebih dahulu daripadaku.” Yohanes adalah utusan yang memberitakan kedatangan Kristus, tetapi Kristus sudah ada sebelum dia ada. Yesus telah berkata, “sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (8:58).[7]

·         Kesaksian Yohanes Pembaptis hanya dalam ayat 15 saja dan ayat 16 sampai 18 adalah pernyataan dari Rasul Yohanes. Ia menggunakan kesaksian Yohanes Pembaptis dan keyakiannya sendiri, lalu memberikan suatu pernyataan.

·         Ayat 16 dan 17 menyatakan bahwa memang hukum taurat diberikan kepada Musa, tetapi karena Yesus lah kita mendapatkan kasih karunia, untuk mengingatkan orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yesus bahwa, memang peraturan-peraturan dan segala hukum itu dapat dipelajari dari hukum Musa tetapi kita harus mengetahui bahwa itu semua datangnya dari Allah yang menjelma menjadi manusia (Yesus).  


Yoh 1:18,  Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

·         Kata ‘menyatakan’ adalah terjemahan dari kata kerja ‘exegesato’ (dari kata itulah terjadinya kata Inggris ‘exegesis’ yang artinya ‘menafsirkan’ nas Alkitab) yang berarti: Allah yang tidak dapat dilihat dijadikan nyata dalam Tuhan Yesus. konsep ‘Allah’ yang tidak dapat diselami oleh akal manusia, diwujudkan dalam diri Kristus sehingga menjadi jelas di hadapan manusia. Bahkan hati Allah itu dinyatakan. Karena Anak Tunggal itu datang dari ‘pangkuan Bapa’.[8]
 

KESIMPULAN

Sebelum dunia diciptakan firman itu sudah ada, karena firman itu adalah Allah. Dan sejak awal firman itu bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu diciptakan oleh Allah, tanpa Dia, dunia beserta isinya tidak akan ada. Dia tidak diciptakan karena Dia adalah Pencipta. Dia hidup dan Dia juga adalah terang yang menerangi seluruh dunia, bahkan kegelapan tidak bisa menguasaiNya. 

Yohanes Pembaptis diutus untuk memberi kesaksian bagi Terang itu. Dialah yang membuka jalan untuk Terang itu di dalam dunia. Pada akhirnya, Allah yang sudah menjelma menjadi manusia itu pun tidak diterima oleh manusia bahkan oleh orang Yahudi yang merupakan bangsa pilihanNya. Tetapi bagi mereka yang percaya kepadaNya, kita akan menerima kelahiran baru dan menerima kuasa.

Firman itu datang sebagai manusia yang kita sebut dengan nama Yesus Kristus, yang berarti Allah adalah juga Yesus itu, disinilah jelas konsep Tritunggal Allah. Jadi Allah yang menyatakan terlebih dahulu kepada kita dalam wujud manusia (Yesus), supaya kita dapat mengenalNya dan tentunya Yesus adalah jalan keselamatan satu-satunya. Kita tidak bisa datang kepada Allah tanpa melalui Yesus.


Yesus datang sebagai Anak Allah dan Allah Anak




--==(oOo)==--




[1] J.Wesley Brill, Tafsir Injil Yohanes, Bandung, 1976, Yayasan Kalam Hidup, Hal. 19
[2] Ibid, hal. 20
[3] Pdt. Budi Asali, Mdiv., Eksposisi Injil Yohanes, http://www.golgothaministry.org/yohanes/yohanes-1_1-2.htm
[4] Ibid, yohanes-1_1-2.htm
[5] Opcit, hal.22
[6] Opcit, hal.23
[7] Opcit, hal.23
[8] J.Sidlow Baxter, Menggali isi Alkitab 3, Jakarta, 1988, Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, hal.248-249

3 comments:

Anonymous said...

Aneh & penuh rekayasa! allah itu bhs arab bukankah buku perjanjian baru & perjanjian lama yg real berbahasa IBRANI!!!

paulus sutedjo said...

Terima kasih atas komentarnya.
Allah adalah bahasa Indonesia. Memang diadopsi/berasal dari bahasa Arab, karena bhs Indo itu hanya sekian persen yang murni. Bhs Indonesia bayak yg diadopsi dari bahasa Arab, Belanda, Cina, Portugis, India, Tamil, Sansekerta, Inggris dan bahasa asing lainnya.

Perjanjian lama ditulis dalam bhs. Ibrani, tapi ada juga yang ditulis dalam bhs. Aram. Sedangkan Perjanjian baru ditulis dalam bhs. Yunani. Jadi Bahasa yang digunakan dalam Alkitab, ada tiga bahasa asli: yakni bahasa Ibrani, bahasa Aram, dan bahasa Yunani.

Mungkin Anda sulit mengerti karena itu Anda mengatakan aneh & penuh rekayasa. Satu hal yang pasti, Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup. Otak Anda dan Saya tidak akan sanggup memahami Tuhan seutuhnya. Karena bila Anda sanggup memahami Tuhan seutuhnya, maka Anda yang menjadi Tuhan dan Tuhan yang menjadi Anda.

Kita bisa belajar lewat apa yang Tuhan singkapkan lewat firmanNya, selebihnya... biar itu yang menjadi misteri Tuhan. That's why we need faith :D

Wenang Maukaling said...

Penjelasan yang sangat sederhana namun sempurnah!
Thanks. Gbu.