Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, S.Th.

Labels

Thursday, May 23, 2013

Paranoid (Kecurigaan yang Berlebihan) - 2Samuel 10:1-19



DEFINISI PARANOID

Paranoid adalah Rasa takut atau curiga yang berlebihan terhadap suatu masalah atau peristiwa. Gangguan ini biasa muncul pada masa dewasa awal yang merupakan manifestasi dari rasa tidak percaya dan kecurigaan yang tidak tepat terhadap orang lain. Penderita paranoid memiliki perasaan ketakutan akan dikhianati dan dimanfaatkan oleh orang lain. Bila paranoid sudah akut, maka diperlukan penanganan secara khusus. Karena orang seperti ini akan sulit tidur, sehingga dapat menyebabkan penyakit yang lain.


GEJALA
Gejala dari orang yang menderita paranoid adalah kecurigaan yang sangat berlebihan;
Secara terus menerus menanggung dendam yaitu dengan tidak memaafkan kerugian, cedera atau kelalaian orang lain; Kurang memiliki rasa humor.

http://ruangpsikologi.com/gangguan-kepribadian-paranoid/


KASUS DALAM ALKITAB
A. NIAT BAIK DAUD
2Sam 10:1  Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
2Sam 10:2  Lalu berkatalah Daud: "Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku." Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya.

Tidak diketahui kebaikan apa yang telah dilakukan Nahas terhadap Daud. Nahas mungkin membantu Daud ketika ia melarikan diri dari Saul. Tetapi, apa pun alasannya yang pasti Daud mempunyai niat yang baik kepada Hanun.

B. SIKAP PEMUKA-PEMUKA BANI AMON
Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu,
2Sam 10:3  berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?"

Bila kita baca dari ayat ini, maka kita mendapatkan bahwa masalah utama sebenarnya ada di pemuka-pemuka bani Amon. Mungkin pemuka-pemuka bani Amon berani memberi nasihat kepada Hanun, karena itu memang tugas mereka atau mungkin Hanun yang meminta nasihat kepada mereka. Apa pun alasannya, kata-kata mereka yang akan menjadi pemicu atas tindakan Hanun. Mereka kelihatan sekali membenci Daud, karena respon mereka langsung negatif terhadap Daud. Mereka berpikir, Daud mengirim pegawainya untuk menyelidiki, mengintai dan menghancurkan.

C. TINDAKAN HANUN
2Sam 10:4  Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka.

Tindakan 1 : Menangkap.
Tanpa mempertimbangkan dan tanpa pikir panjang, Hanun langsung menangkap pegawai-pengawai Daud. Tindakan Hanun sangat dipengaruhi oleh perkataan pemuka-pemuka bani Amon.

Tindakan 2 : Mencukur janggut.
Mungkin bagi kita terdengar lucu hukuman mencukur janggut. Karena hal itu tidak merugikan kita. Tetapi mencukur janggut bagi orang Yahudi adalah perbuatan yang sangat merendahkan. Janggut adalah simbol kehormatan dan kejantanan seorang laki-laki bagi mereka. Tuhan juga melarang mereka untuk mencukur tepi rambut dan janggut (Im 19:27; 21:5) dan biasanya mereka mencukur pada masa-masa berkabung (Yes 15:2; Yer 41:5). Bagi mereka yang tidak mempunyai janggut atau cambang, biasanya mereka menggunakan topi peyot (contoh di sebelah) . Topi yang memiliki rambut menjulur kebawah di kanan dan kiri untuk menutupi cambang. Jadi perbuatan Hanun sangat merendahkan Daud, sebagai seorang yang mengutus pengawai-pegawainya.

Tindakan 3 : Memotong pakaian dari tengah sampai pantat.
Memotong jubah sedemikian pendek sampai pantatnya kelihatan juga merupakan penghinaan yang biasanya dilakukan terhadap tawanan perang. Jadi sekali lagi, secara tidak langsung, Hanun telah menghina Daud dengan melakukan hal tersebut. Mereka memang tidak dibunuh, tetapi perbuatan Hanun terhadap mereka merupakan suatu penghinaan besar.



D. TINDAKAN DAUD
2Sam 10:5  Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: "Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali." .
2Sam 10:6  Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang.
2Sam 10:7  Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan.

Setelah mereka mempermalukan pegawai-pegawai Daud, Daud tidak langsung membalas penghinaan tersebut tetapi dia menolong pegawainya terlebih dahulu. Tetapi Hanun dan pemuka-pemuka bani Amon semakin curiga, bahkan mereka merasa dibenci Daud.  Kecurigaan mereka membuat mereka bertindak lebih jauh, yaitu menyewa orang-orang Aram untuk berperang. Daud yang tadinya memiliki niat baik terhadap Hanun menjadi geram melihat tindakan Hanun. Daud langsung menyiapkan diri untuk perang. Ia menyuruh panglima perang kepercayaannya, yaitu Yoab.

E. KEMENANGAN DAUD
2Sam 10:8  Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang.
2Sam 10:9  Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu.
2Sam 10:10  Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu.
2Sam 10:11  Lalu berkatalah Yoab: "Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau.
2Sam 10:12  Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."
2Sam 10:13  Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya.
2Sam 10:14  Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem.
2Sam 10:15  Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama.
2Sam 10:16  Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer.
2Sam 10:17  Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia,
2Sam 10:18  tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.
2Sam 10:19  Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.


KONKLUSI
  1. Curiga menjadi salah pada saat kita menuduh seseorang akan mencelakakan kita tanpa ada bukti yang jelas. Jadi, baru sekadar asumsi. Seperti hanun dan pemuka-pemuka bani Amon yang menuduh Daud tanpa ada bukti lalu bertindak dengan kejam terhadap pegawai-pegawai daud. Jadi, bukan curiganya yang salah, karena curiga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berhati-hati atau berwaswas. Tidak ada yang salah dengan berhati-hati terhadap suatu masalah, tetapi tindakan berikutnya yang salah, yaitu menuduh dan menangkap. Sehingga, bila kita memang curiga terhadap suatu hal, seharusnya kita mencari penjelasan kepada orang lain atau bertanya kepada orang yang lebih mengerti terhadap masalah tersebut. Sehingga kita mendapatkan penjelasan yang benar.
  2. Berpikir dua kali sebelum bertindak. Setelah mendapat nasihat penjelasan dari orang lain, kita harus mempertimbangkan dengan pikir panjang kemungkinan yang akan terjadi. Jangan langsung bertindak, tetapi pertimbangkan terlebih dahulu tindakan kita. Hanun tidak pikir panjang, setelah ia mendapatkan nasihat yang buruk dari pemuka-pemukan bani Amon, dia tidak mempertimbangkannya tetapi langsung bertindak.
  3. Kecurigaan yang berlebihan akan membuat relasi dengan orang lain hancur. Relasi apa pun, bila diawali dari kecurigaan yang terlalu berlebihan, kemungkinan besar akan hancur. Baik itu relasi dengan rekan bisnis, pacar, suami istri, sahabat, teman kantor, dan lain-lain. Seperti Hanun yang akhirnya merusak hubungan baik antara kerajaannya dengan kerajaan Daud karena kecurigaan yang terlalu berlebihan dan bahkan kecurigaannya tidak memiliki bukti yang jelas.
  4. Jangan biarkan orang lain yang mengambil kendali atas setiap keputusan dan tindakan kita. Keputusan dan tindakan Hanun dikendalikan oleh pemuka-pemuka bani Amon. Kita boleh minta nasihat dari orang lain, tetapi jangan lupa keputusan tetap di tangan kita. Setiap keputusan dan tindakan, kita harus membawanya dalam doa. Sehingga Tuhan Yesus memberikan kita hikmat dalam mengambil keputusan untuk bertindak.

No comments: