Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Monday, June 10, 2013

My Bedroom, My Living Room and My Yard

a. Community
Kita diciptakan bukan untuk hidup sendirian. Kita diciptakan untuk berkomunitas dengan banyak orang. Walaupun terkadang kita ingin sendirian dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun, dalam satu titik tertentu pasti kita ingin bertemu dengan orang-orang kembali, terutama dengan orang-orang terdekat. Karena memang manusia naturnya adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Seperti yang dikatakan dalam Kej 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Tuhan yang kita sembah juga berkomunitas. Buktinya dalam Kej 1:26 dikatakan  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." Kata ‘kita’ disitu mengindikasikan Tuhan Tritunggal, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Komunitas sangat penting di dalam kehidupan kita, karena suatu saat kita pasti membutuhkan orang lain dan suatu saat juga orang lain akan membutuhkan kita. Tetapi kita harus memilih siapa saja yang masuk dalam komunitas kita atau siapa yang akan menjadi sahabat kita, karena tidak semua orang yang kita kenal, dapat kita jadikan teman dan tidak semua teman dapat kita jadikan sahabat atau sahabat sejati. Bukan berarti kita membatasi pergaulan kita, hanya saja kita harus seleksi orang yang dekat dengan kita. Ingatlah! Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1Kor 15:33).

b. My Bedroom
Saya beri judul my bedroom, my living room and my yard pada artkel ini. Untuk menunjukan posisi orang-orang yang kita kenal. Tentu tidak semua orang yang kita kenal dapat masuk ke dalam kamar tidur (My bedroom) kita bukan? Bahkan teman-teman kita pun belum tentu kita dapat persilahkan masuk ke dalam kamar tidur kita. Kamar tidur adalah tempat yang sangat privacy bagi setiap orang. Kita dapat melakukan apa pun tanpa harus merasa malu di kamar tidur. Ada keterbukaan di dalam kamar tidur. Penulis mengumpamakan seorang sahabat karib sebagai My Bedroom. Tentu tidak semua teman-teman kita, dapat kita jadikan sahabat. Hanya orang-orang yang ‘lulus seleksi’ saja yang dapat kita undang untuk masuk ke kamar tidur. Mungkin untuk bermain, mungkin untuk sharing, mungkin untuk belajar, dll. Tentunya orang tersebut adalah orang yang dapat kita percaya sepenuhnya sebagai seorang sahabat.

c. My Living Room
Ruang Tamu (My Living Room) adalah tempat kita menerima teman atau kenalan sebagai tamu. Tidak semua orang yang kita kenal di dalam dunia ini, dapat kita terima sebagai tamu. Tentu ada batas-batas tertentu. Bila kita memiliki rumah, maka kita tidak sembarangan mempersilahkan seseorang untuk masuk ke ruang tamu. Mungkin hanya sebatas sampai depan rumah atau perkarangan saja. Terutama zaman sekarang yang tingkat kriminalitasnya semakin tinggi. Kita harus berhati-hati dalam mempersilahkan seseorang untuk masuk ke dalam ruang tamu. Karena bila orang sudah berniat jahat sejak semula dan kita sudah mempersilahkan masuk. Maka orang tersebut dapat mengobrak-abrik ruang tamu (hidup) kita. Tanpa disadari, orang seperti ini akan menjadi parasit dalam hidup kita.

d. My Yard
Yang terakhir adalah perkarangan rumah (My Yard). Orang-orang yang pantas di posisi ini adalah orang yang sebatas kenal dengan kita saja. Kita dapat mencari teman dan sahabat sebanyak-banyaknya, tetapi tidak semua orang kita kenal dapat kita jadikan teman atau pun sahabat. Karena bila kita sudah mempersilahkan seseorang masuk ke dalam rumah atau kehidupan kita. Maka tanpa disadari, orang tersebut sudah menjadi bagian dalam hidup kita. Jadi, ada beberapa orang yang layak hanya sampai pekarangan rumah kita, ada juga yang hanya sampai ruang tamu, tetapi hanya sahabat kariblah yang layak masuk ke kamar tidur kita.

e. F.R.I.E.N.D.S.
Penulis mencoba memberikan suatu pencerahan dalam bersahabat, yang diakronimkan dengan kata FRIENDS. Kata ini adalah akronim dari Future, Reprimand, Integrity, Eliminate, Nearest, Dedication & Spirituality. Sekali lagi, Penulis bukan membatasi pergaulan kita, hanya saja kita harus memakai hikmat dalam bersahabat! Untuk itulah ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam bersahabat.

Future (Masa Depan)
1 Kor. 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Your friends is your future, ini adalah quote yang sering saya dengar dari beberapa hamba Tuhan dan kenalan saya. Makna dari kata-kata ini adalah sahabat kita sangat mempengaruhi masa depan kita. Tanpa kita sadari, masa depan kita suram atau tidak, itu juga tergantung dari sahabat yang kita miliki. Penulis setuju dengan kata-kata ini, karena orang-orang yang selalu disekitar kita (sahabat), sedikit banyak akan memberi pengaruh dalam setiap keputusan yang kita ambil. Bila orang yang selalu bergaul dengan Pendeta, kemungkinan dia bisa menjadi Pendeta juga. Bila orang yang selalu bergaul dengan perokok, kemungkinan dia bisa menjadi perokok juga.

Suatu ketika Penulis pernah berkhotbah dalam suatu komunitas anak remaja di sebuah Gereja. Setelah selesai berkhotbah, ada anak yang remaja yang langsung berkata, “ko.. saya jadi ingin kuliah Teologi, ternyata belajar Alkitab sangat mengasyikan ya?” Kejadian ini terulang kembali pada orang yang berbeda beberapa bulan yang lalu. Penulis sangat menyadari hal ini, bahwa keputusan seseorang pun juga ditentukan dari tempat dia bergaul atau bersahabat. Untuk itulah kita harus pintar memilih seorang sahabat, seorang yang layak memasuki kamar tidur kita. Ingatlah! Sahabat kita akan sangat mempengaruhi setiap keputusan kita dan keputusan kita akan sangat mempengaruhi masa depan kita! Your friends is your future!

Reprimand (Menegur)
Kol. 3:16  Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Ams. 27:5  Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.

Dua ayat ini mengingatkan kepada kita untuk dapat menegur orang yang bersalah dalam suatu perbuatan yang dilakukannya. Bagaimana dengan sahabat-sahabat kita? apakah mereka pernah menegur kita pada saat kita bersalah? Apabila ada kesalahan, seorang sahabat akan menegur kita dengan penuh kasih, dan tidak akan menjatuhkan kita dengan teguran tersebut. Setiap orang pernah ditegur atas kesalahannya, tetapi tidak semua teguran itu membangkitkan kita lagi. Kita harus belajar terlebih dahulu bagaimana cara menegur yang baik, sehingga kita dapat menjadi teladan bagi teman atau sahabat kita dan pada saat kita bersalah, kita dapat ditegur dengan cara yang benar oleh sahabat kita sendiri.

Aturan yang harus dilakukan dalam menegur seseorang :
  1. Pada saat sahabat kita bersalah, tegurlah ia empat mata (secara pribadi) dan pada saat ia mendapatkan sesuatu yang baik, pujilah ia depan umum.
  2. Menegur harus melihat situasi dan kondisi orang tersebut. Jangan pernah menegur pada saat seseorang sedang bad mood.


Bila kita dapat menerapkan dua aturan diatas, maka kemungkinan sahabat kita akan melakukan hal yang sama kepada kita. Cara untuk mengetahui sahabat kita dapat menegur dengan benar : Make a mistake! Dengan berbuat kesalahan, maka kita tahu bagaimana cara sahabat kita menegur kita. Bila memang ia menegur dengan cara yang tidak benar, kita dapat mengajarinya, jangan didiamkan saja! Tegurlah dengan kasih!



Integrity (Integritas)
Mat 5:37  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia.org  mengartikan kata Integritas: mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Dan dalam Tesaurus Indonesia, Integritas mempunyai makna yang sama dari kata kejujuran, ketulusan dan kredibilitas.

Seorang sahabat adalah seseorang yang berani mengatakan suatu hal yang tidak suka kita dengar, bukan apa yang kita mau dengar. Dia akan jujur lewat perkataan, serta perbuatan sehingga dia memiliki integritas. Apabila sahabatnya bersalah, maka ia akan berkata jujur atas kesalahan yang diperbuatnya, walaupun memang menyakitkan.

Eliminate (Menghapus)
Ams 18:24  Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Ams 16:28  Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

1 Kor. 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Kita harus berani menghapus atau menyingkirkan sahabat yang memberi pengaruh negatif.  Bukan berarti kita berperilaku kasar dengannya, karena kita masih bisa berteman dengan dia, tetapi jangan sampai kita bersahabat, karena bila kita tetap lanjutkan maka kebiasaan kita yang baik akan rusak. Kita harus berani menyeleksi orang yang layak memasuki kamar tidur, ruang tamu atau perkarangan rumah kita. Mungkin terdengar kejam pada bagian yang ini, tetapi pada kenyataannya memang harus seperti itu. Bukan berarti kita mencari sahabat yang sempurna, karena tidak sahabat yang sempurna, bahkan kita sebagai seorang sahabat pun pasti pernah berbuat kesalahan dan pernah membuat orang kesal karena tingkah laku kita. Namun, kita dapat menimbangnya, apakah sahabat kita ini lebih banyak memberi pengaruh yang negatif atau yang positif.  Bila memang dia lebih banyak memberi pengaruh yang negatif dan mempunyai potensi menyesatkan, jauh lebih baik kita tidak bersahabat lagi, mungkin hanya sebatas teman saja. Karena orang yang seperti itu akan mendatangkan kecelakaan.

Mengeliminasi pergaulan yang buruk, bukan berarti mencari orang yang sempurna! Tetapi tindakan mencegah rusaknya kebiasaan kita yang baik.

Nearest (Terdekat)
Rom 12:15  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Sahabat adalah orang yang terdekat dengan kita, dalam keadaaan apapun juga, baik dalam keadaan susah maupun senang. Tuhan Yesus pun mempunyai sahabat. Murid-muridNya adalah sahabatNya. Tetapi Yesus tetap mempunyai the circle of friendship. TCOF adalah lingkaran orang-orang yang dekat dengan kita. Orang yang dekat dengan kita adalah lingkaran paling dalam di hidup kita. Tapi ada juga orang-orang yang berada dalam lingkaran yang luar, yaitu orang-orang yang hanya sebatas kenal saja atau orang-orang yang hanya di perkarangan rumah saja (My Yard).

Tuhan Yesus memiliki lingkarannya tersendiri, dimulai dari lingkaran paling luar, yaitu 70 murid (Luk 10:1), lalu 12 murid (Mar 6:7) dan lingkaran dalamnya ada tiga orang, yaitu Yakobus, Yohanes dan Petrus (Mat 17:1, Mar 5:37). Yesus berani menjadi diriNya hanya kepada tiga sahabat terdekatNya (Mar.9:2). Masih ada satu lingkaran lagi, ini adalah lingkaran yang paling dalam dan tentunya ia adalah seorang yang selalu dekat dengan Tuhan Yesus. Dia adalah Yohanes (Yoh 13:23, Yoh 19:26). Yohanes selalu dekat dengan Yesus. Pada saat Yesus disalib, semua murid-muridNya meninggalkan Dia, tetapi Yohanes tidak meninggalkan Yesus, sampai Ia mati di kayu salib. Seorang sahabat karib harus bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis. Dalam keadaan apa pun juga kita harus tetap menjadi sahabat yang baik dan jangan pernah meninggalkan sahabat kita yang sedang jatuh.

Dedication (Dedikasi)
Ams. 17:17  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.org, kata dedikasi berarti pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian. Seorang sahabat yang berdedikasi adalah seseorang yang selalu mendorong, memberi semangat dan membangun kita dalam mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan sahabatnya. Seorang sahabat juga bersedia menyediakan telinganya untuk mendengar keluh kesah walaupun dia harus berkorban waktu. Seorang sahabat akan selalu masuk dalam hidup kita, terutama pada saat seluruh dunia meninggalkan kita.

Spirituality (Kerohanian)
Rom 14:19  Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Sahabat yang membangun tentunya sahabat yang kerohaniannya setara atau diatas sahabatnya. Kerohanian seseorang dapat dilihat dari hubungannya dengan Tuhan, perkataannya dan perbuatannya. Kita juga harus melihat kerohaniannya, karena setiap orang yang bersahabat seharusnya saling membangun. Bagaimana kita dapat saling membangun apabila yang satu tidak pernah membangun kerohaniannya sendiri. Mulailah dari diri kita sendiri!


2 comments:

antonius anton said...

Bgs nihh Paul :)
Bener bgt.

Thx udh share. Jesus bless u

paulus sutedjo said...

haha iya bro
all praise to JC! praise for ever! :)