Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Thursday, June 20, 2013

Mongol, Mantan Pemimpin Gereja Setan - 2 Korintus 5:17

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Apakah Anda pernah menonton Stand-Up Comedy? Kalau pernah pasti sering mendengar nama Mongol. Dia adalah salah satu komedian dari Stand-Up Comedy. Sebelum bertobat, Mongol mempunyai masa lalu yang kelam. Ia pernah mengikuti sekte sesat. Yaitu menjadi pemimpin gereja setan. Mongol pernah mengikuti suatu komunitas, yang namanya adalah Church of Satan. Organisasi ini satu link dengan yang namanya Lucifer Circle. Mongol ditunjuk sebagai pemimpin di benua Asia. Mongol terlahir dari keluarga yang tak punya dasar agama yang kuat. Hal itu membuatnya salah jalan dan mengikuti sekte sesat. Bahkan Mongol menjadi pemimpin sekte sesat Gereja Setan di Manado. Ketika itu Mongol dipilih sebagai pemimpin Gereja Setan untuk benua Asia karena dinilai cerdas. Mongol mendapat tugas untuk menyesatkan orang lain dengan cara membelokkan konsep kekristenan. Konsep ini lebih dikenal dengan nama logically concept atau konsep otak. Pekerjaan Mongol membahas isi Alkitab yang bisa dirubah secara konseptual dan memunculkan dalam bentuk buku atau traktat. Lalu di taruh di gereja atau di toko buku Kristen, agar orang dapat membaca, lalu berubah cara pandangannya terhadap kekristenan. 

Pria kelahiran Manado 27 September 1978 itu memang tidak main-main dengan pengakuannya. Dulu Mongol begitu ditakuti. Menunjuk orang kalau dia bilang mati, ya mati! Namun, kini semua itu tinggal sebuah cerita. Mongol telah meninggalkan semua masa lalunya yang kelam itu. Ia pun mengaku tidak menyangka bisa berubah. Karena secara posisi, fasilitas dan segala kemewahan yang ditawarkan Gereja Setan kepadanya, dirasanya tidak mungkin bisa membuatnya bertobat. Tetapi akhirnya ia  dijamah Tuhan dan bisa tersenyum serta tertawa, karena dulu dia tidak bisa tersenyum. Bagi Mongol, itu adalah mukjizat pertama, yaitu tentang sukacita. Secara fisik dan otak, tidak mungkin Mongol bertobat, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin.

Pada saat seseorang bertobat, maka pada saat itu juga ia menjadi ciptaan baru, karena ia berada dalam Kristus, sehingga yang lama sudah berlalu. Tidak peduli betapa bobroknya keadaan yang lalu, Tuhan tetap memberikan pengampunan untuk kita. Kira-kira itulah yang dialami oleh Mongol yang seorang komedian. Ia telah menjadi ciptaan yang baru, walaupun dulu dia adalah salah satu pemimpin Gereja Setan. Tuhan tetap mengasihi orang yang mau memperbaiki kesalahan di masa lalunya dan pintu pengampunan selalu terbuka untuk kita semua yang mau bertobat. Bagaimana dengan kehidupan kita? apakah kita sudah meminta pengampunan dari Tuhan atas perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di masa lalu? 

Apa pun perbuatan dosa yang telah kita lakukan, sekalipun kita sudah hidup sebagai orang percaya, mari tetaplah datang kepada Tuhan untuk meminta pengampunan. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat selama kita masih hidup.

Pertobatan adalah perjuangan seumur hidup, 
bukan perjuangan seumur jagung.





Sumber informasi Mongol : 

2 comments:

L3ey said...

artikel yang bagus..semakin menguatkan saya..karena sebesar apapun dosa yang telah saya perbuat..jika saya bertobat sungguh-sungguh..Tuhan Yesus pasti mengampuni dan memakai saya secara luar biasa. Amin. Gbu

Paulus I. Sutedjo said...

Amin!! betul banget L3ey, pasti Tuhan ampuni. Tentunya kita jga harus belajar utk tdk jatuh dlm dosa lagi :D