Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Friday, April 26, 2013

Persepuluhan yang berdasarkan Alkitab



Siapa yang harus memberikan persepuluhan?

Kej 14:18-20. Abram memberikan sepersepuluh dari hasil perang ke Imam Melkisedek
Kej 28:22. Yakub memberikan sepersepuluh dari seluruh hasil kerjanya.

Menurut ayat diatas, yang harus memberikan persembahan persepuluhan adalah orang-orang yang sudah bekerja seperti Abram, Yakub. Dengan kata lain, kita semua yang sudah bisa mencari uang. Kita memberikan sepersepuluh dari hasil jerih payah kita.

Walaupun kita mungkin masih SMP atau SMA, tetapi kalo sudah bisa dagang dan mencari uang sendiri, tetap berkewajiban untuk mengembalikan persepuluhan yang memang milik Tuhan. Tetapi dari hasil dagang bukan hasil uang jajan. Karena anak yang mendapatkan uang jajan tidak berusaha dengan bekerja untuk mendapatkannya. Tetapi diberikan dengan cuma-cuma dari orang tua. Namun, bila anak yang mendapatkan uang jajan lalu ingin memberikan, tidak ada yang salah. Justru bagus, karena sudah belajar dari usianya yang masih dini. Tentu namanya bukan persembahan persepuluhan tetapi persembahan ucapan syukur. Karena anak itu tidak berjerih payah untuk mendapatkan uang jajan tersebut.



Hak siapa persepuluhan itu?

1. HAK UTAMA - Kej 14:18-20
Dalam ayat ini, dituliskan bahwa Abram memberikan persepuluhan kepada Melkisedek. Pertanyaannya sekarang adalah siapa Melkisedek? Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Melkisedek adalah raja Salem dan sekaligus seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Belum begitu jelas siapa Melkisedek itu sebenarnya dalam ayat ini. Untuk itulah kita harus menggali lebih dalam lagi lewat kitab-kitab lain yang menerangkan tentang Melkisedek, khususnya dalam kitab Ibrani 7:1-10

Heb 7:1  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
Heb 7:2  Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
Heb 7:3  Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Heb 7:4  Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.
Heb 7:5  Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.
Heb 7:6  Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.
Heb 7:7  Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.
Heb 7:8  Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.
Heb 7:9  Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan,
Heb 7:10  sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.

Sangat menarik, ternyata dalam Alkitab Edisi Studi juga dijelaskan bahwa kitab Kejadian tidak menyebut-nyebut kematian Melkisedek, sehingga sejumlah rabi Yahudi menganggapnya tidak pernah mati. Dalam bahasa Ibrani nama Melkisedek berarti “raja keadilan” dan Salem, tempat asalnya, yang berarti “damai”. Menurut penulis surat Ibrani, dua hal itu selaras dengan apa yang sudah diperbuat oleh Kristus yaitu mendatangkan keadilan dan perdamaian.

Dalam Ibr 7:3 dikatakan bahwa “Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” Menurut anda siapa manusia yang memiliki kriteria seperti ini? Pikirkan dan renungkanlah!

Dalam Ibr 5:6 dikatakan “...Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Kata “Engkau” disitu maksudnya mengacu kepada Yesus Kristus. Dalam Ibr 7:3, salah satu kriterianya adalah Melkisedek menjadi imam sampai selama-lamanya. Jadi sudah sangat jelas bahwa Melkisedek dan Yesus adalah pribadi yang sama. Sama-sama tidak mempunyai bapa dan ibu secara jasmani. Yesus memang lahir dari perawan Maria, tetapi kelahiran Yesus bukan hasil dari hubungan intim pria dan wanita. Yesus dari Roh Kudus (Mat 1:20). Yesus memang mempunyai silsilah keturunan dari raja Daud, tetapi silsilah yang dimaksudkan berarti Yesus dan Melkisedek bukan dari keturunan manusia. Lebih jelasnya dikatakan bahwa Melkisedek dijadikan sama dengan Anak Allah, yang berarti mengacu kepada Yesus dan Melkisedek dikatakan tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan. Sudah tentu hanya satu pribadi yang seperti itu, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Karena Dia kekal, tanpa awal dan akhir (Maz 90:2).

Dalam Ibr 7:5-6 dikatakan bahwa Melkisedek mendapatkan persepuluhan, padahal orang yang berhak mendapatkan persepuluhan adalah orang yang dari keturunan Lewi. Jadi, penulis kitab Ibrani menjelaskan bahwa pribadi yang berhak mendapatkan persepuluhan selain yang dari keturunan Lewi adalah Tuhan itu sendiri.

Penulis kitab Ibrani seolah-olah mengatakan ada dua pribadi dalam perikop ini, tetapi sebenarnya ingin mengungkapkan bahwa Melkisedek dan Yesus adalah pribadi yang sama, hanya di zaman yang berbeda. Jadi, Penulis menyimpulkan bahwa Melkisedek adalah Teofani. Teofani berarti Allah menampakkan diri dengan tanda-tanda yang dapat dihayati oleh yang bersangkutan, sehingga yang bersangkutan sadar bahwa mereka berhadapan dengan Allah sendiri. Dalam hal ini, Allah menampakkan diri kepada Abraham dalam rupa manusia, yaitu Melkisedek. Jadi, dapat dikatakan bahwa Melkisedek adalah Pribadi Allah yang ke-2 atau dapat dikatakan Yesus Kristus dalam perjanjian lama.

Melalui penjelasan ini kita dapat menyimpulkan bahwa Hak Utama persembahan persepuluhan adalah haknya Tuhan Yesus Kristus.


2. HAK PENGELOLA
Setelah kita tahu bahwa persembahan persepuluhan adalah haknya Tuhan, apakah dengan itu berarti kita harus membawa persepuluhan itu ke Sorga? Untuk itu kita harus pelajari bahwa Tuhan mempercayakan persepuluhan itu kepada manusia sebagai pengelola. Siapakah pengelola itu?

Bil 18:21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.

Bil 18:24  sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel."

Dari dua ayat ini dengan jelas dikatakan bahwa persembahan persepuluhan adalah Hak Tuhan tapi di berikan kepada orang Lewi. Sehingga mereka yang mengelola persepuluhan tersebut. Landasan awal persembahan itu adalah bahwa saat bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, hanya 11 suku yang mendapat pembagian tanah milik pusaka, sedangkan suku Lewi tidak. Suku Lewi dikhususkan untuk melayani Tuhan di Kemah Suci.


3. HAK  PIMPINAN PENGELOLA
Bil 18:26  "Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu,

Bil 18:28  Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.


Kesimpulan dari dua ayat ini adalah persepuluhan diberikan kepada kaum Lewi, yaitu mereka yang membantu pelayanan para imam, sedangkan para imam menerima persepuluhan dari kaum Lewi. Imam pun diangkat dari keturunan lewi juga. Jadi selain hak orang lewi, persepuluhan juga hak pimpinan pengelola yaitu imam yang sudah ditunjuk Tuhan.


4. HAK ORANG YANG MEMBUTUHKAN
Ul 26:12  "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang.

Selain untuk imam dan orang lewi, persepuluhan juga digunakan untuk kesejahteraan orang asing, orang yatim dan kepada janda.  Jadi bukan hanya untuk orang Lewi saja, atau jika diterapkan untuk umat Kristen sekarang ini, pemberian persembahan persepuluhan bukan hanya untuk pendeta saja. Tetapi juga kepada orang yang membutuhkan.



Kemana kita harus memberikan Persepuluhan?

Mal 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

1Co 9:13  Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
1Co 9:14  Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

Mereka yang melayani di tempat kudus (gereja) mendapat penghidupan dari gereja itu. Berarti kita harus memberikan persembahan ke gereja (rumah perbendaharaan) di mana kita dilayani.  Karena orang-orang yang melayani kita di gereja itu berhak mendapatkan persembahan persepuluhan. Kita hanya harus taat, selanjutnya untuk pengelolaan adalah hak gereja. Kita tidak perlu ikut campur untuk hal ini. Karena kewajiban kita adalah mengembalikan persepuluhan ke rumah Tuhan, bukan mengatur persembahan persepuluhan. Yang pasti gereja mengelolanya supaya ada persediaan makanan. Makanan berbicara tentang kebutuhan hidup orang yang melayani di Gereja, jemaat yang membutuhkan, membayar listrik, air, dan kebutuhan lainnya.



Konsep Persepuluhan dalam PB

Dalam PB, Tuhan Yesus tidak lagi menekankan pemberian persembahan persepuluhan sebagai hukum yang harus dilakukan. Tetapi sebaliknya Tuhan Yesus menyempurnakannya dengan memberikan contoh nyata yang sangat ekstrem.

Dalam Markus 12:41-44, Tuhan Yesus menunjukkan kepada para muridnya persembahan seorang janda miskin sebesar dua peser ke dalam peti persembahan di bait Allah. Walaupun sangat kecil, dua peser itu dikatakan Tuhan Yesus sebagai seluruh nafkahnya. Janda miskin itu memberikan seluruh nafkahnya ke bait suci untuk orang Lewi. Pelajaran dari ayat ini adalah:

1. Sikap Hati – Kualitas Hati
Bukan berapa besar persembahan itu diberikan, tetapi bagaimana sikap hati si pemberi kepada Tuhan. Bila kita memberikan 20% tetapi dengan sikap hati yang bersungut-sungut atau dengan motivasi yang tdak benar, maka percuma persembahan kita. Dan bila kita melakukan seperti itu, kita sama saja seperti orang farisi dan ahli Taurat, yang hanya menjalankan peraturan.

Mat 23:23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.


2. Prinsip 10 dan 90 – Kuantitas Materi
Ayat ini juga mengingatkan kepada kita bahwa seluruh harta yang kita miliki sebenarnya adalah milik Tuhan. Jadi yang diberikan kepada Tuhan bukan hanya 10%, tetapi seluruh harta milik kita.

Prinsip 10 dan 90 adalah prinsip bahwa 10% dari penghasilan adalah milik Tuhan tapi jangan lupa, 90% lainnya juga milik Tuhan. Jadi, 1 sen yang keluar dari kantong kita adalah milik Tuhan. Karena kita sudah ditebus dengan darahNya yang mahal di kayu salib. Sehingga kita dan termasuk yang kita miliki adalah milik-Nya. Kita menjadi hamba-Nya.

Kita harus mengelola keuangan dengan baik di dalam kehidupan kita, karena berkat uang tersebut asalnya dari Tuhan. Jangan bangga sudah bisa memberikan persepuluhan, karena kita masih harus bertanggung jawab atas 90% sisanya. Hal inilah yang jarang diajarkan dalam suatu gereja, karena fokus gereja biasanya kepada persembahan persepuluhan, padahal masih ada tanggung jawab yang tidak kalah pentingnya dari persepuluhan itu.



Kesimpulan

Persembahan Persepuluhan yang kita berikan harus sesuai dengan doktrin/ajaran gereja di mana kita berjemaat. Karena kita harus taat kepada aturan gereja. Bila ajarannya 10% dari penghasilan per bulan, berikanlah 10% dari penghasilan per bulan, tetapi seandainya kita belum mampu memberikan 10%, tetap setia dengan memberikan dari yang kecil terlebih dahulu.

Bila kita sudah mampu memberikan sepersepuluh dari penghasilan, syukurilah hal itu. Tetapi kalo teman kita belum mampu, jangan menghakimi! Karena siapa yang tahu suatu saat dia bisa memberikan lebih dari sepersepuluh. Bahkan ada kesaksian yang mengatakan bahwa tadinya dia tidak mampu memberikan sepersepuluh dari gajinya karena kebutuhan hidup, lalu sekarang ia diberkati luar biasa. Tadinya naik motor, sekarang ia naik mobil, tadinya ia S1, sekarang sedang menjalani kuliah S3. Bahkan dia sudah bisa memberikan lebih dari sepersepuluh.

Yesus dan Para Rasul juga tidak menekankan persembahan persepuluhan dalam PB tetapi bukan berarti juga kita harus meniadakan peraturan persembahan persepuluhan, karena Alkitab adalah satu kesatuan, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Ingatlah! Jangan pernah memberi persepuluhan karena takut di bilang penipu, merampok punya Tuhan, dll. Juga jangan karena motivasi ingin diberkati berkelimpahan, tetapi memberi karena memang kita mengasihi Tuhan Yesus Kristus.

Jadi yang penting bukan berapa persen yang harus kita berikan, tetapi bagaimana KUALITAS HATI dan KUANTITAS MATERI  kita dalam memberikan persembahan persepuluhan. Ingatlah selalu, semua yang kita miliki adalah milik Tuhan! 

2 comments:

CONTACT US: said...

Sangat memberkati. God bless u paul ;)

paulus sutedjo said...

Jbu too :)
All praise to God, praise forever! :D