Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Saturday, December 1, 2012

The Eight Benefit of Listening


Sebelum Penulis membahas lebih jauh tentang The Seven Benefit of Listening, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu kata Listening dan  Hearing. Dalam Bahasa Indonesia, kata Listening diterjemahkan dengan mendengarkan, menyimak; sedangkan kata Hearing diterjemahkan dengan Mendengar.

Hearing dapat berarti, telinga anda menyerap atau menerima gelombang suara, sedangkan listening membutuhkan interpresentasi, respon, ingatan, evaluasi, pengertian. ~ Jeffrey Rachmat.



Listening adalah keahlian berkomunikasi yang paling dibutuhkan tetapi paling sedikit diajarkan. Seseorang bernama Igor Fyodorovich Stravinsky (Rusia: Игорь Фёдорович Стравинский) (17 Juni 1882-6 April 1971) yang adalah seorang komponis berkebangsaan Rusia. Dia merupakan komponis yang menjadi terkenal di majalah TIME. Dia merupakan komponis yang punya hobi mengubah-ubah ketukan manakala mengeksploitasi elemen ritme. Komposer yang berpengaruh di dunia musik abad ke-20 ini mempunyai quote yang menarik, yaitu: "To listen is an effort, and just to hear is no merit. A duck hears also."

Kurang lebih terjemahannya adalah, untuk mendengarkan membutuhkan upaya, tetapi mendengar tidak bermanfaat. Karena Bebek juga bisa mendengar, tetapi bebek tidak bisa menyimak. Sehingga Listening sangat penting dalam kehidupan seseorang untuk bersosialisasi.

Berikut ini adalah keuntungan-keuntungan yang akan kita dapatkan apabila kita mau mendengarkan atau menyimak dengan baik (Listening).

1. Growing Faith.
Rom 10:17,  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman kita akan bertumbuh apabila kita mau mendengarkan firman Tuhan dengan baik. Sehingga kepercayaan kita kepada Bapa di Sorga akan semakin nyata, karena iman kita bertumbuh.

2. Blessed.
Dengan mendengarkan kita juga akan diberkati Tuhan. Mari kita simak dalam kitab Kejadian 22&26:

Kej. 22:18  Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (taat=obey)
Kej. 26:5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." (taat=obey)

Kata mendengarkan dalam ayat diatas diterjemahkan dengan kata obey. Orang yang mendengarkan firman Tuhan = orang yang taat pada firman Tuhan, dan orang yang taat pada firman Tuhan akan mendapatkan berkat seperti Abraham.  

3. Respect Others.
Mendengarkan merupakan tanda bahwa kita menghormati seseorang yang sedang berbicara dengan kita. Kita tidak perlu setuju dengan apa yang setiap dikatakan orang lain, tetapi dengan mendengarkan kita sudah menaruh rasa hormat kepada orang tersebut. Seperti seorang guru yang sedang mengajar, tentu guru tersebut menginginkan anak muridnya mendengarkan semua penjelasan dari murid-muridnya, dan dia akan menghukum muridnya yang tidak mendengarkan atau main sendiri.

4. Knowing the value.
Dengan Mendengarkan kita dapat menilai prinsip kehidupan seseorang. Karena semakin banyak orang berbicara, kita akan semakin mengerti siapa dia sebenarnya. Seperti firman Tuhan berkata dalam Matius 15:18&19,  Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Beberapa orang seringkali mengatakan don’t judge the book by the cover, tetapi bagaimanapun juga, cover adalah ungkapan dari isi buku, jadi tidak sepenuhnya benar kata-kata itu. Dalam hal ini berarti, seseorang bisa kita lihat baik atau tidak dari apa yang dikatakannya, karena apa yang dikatakannya berasal dari hati. Sehingga kita juga bisa menilai seseorang dari apa yang dikatakannya.

5. Being Mature.
Mendengarkan menuntut kedewasaan, karena mendengarkan membutuhkan interest, pengertian, evaluasi, respon dan ini adalah salah satu tanda kedewasaan seseorang. Hanya anak kecil saja yang ingin didengarkan. Mari kita koreksi diri sendiri, apakah kita hanya ingin didengarkan setiap berbicara dengan orang lain?

6. Learning a New Things.
Ibr. 5:11,  Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. (belajar=learn)

Dalam Alkitab bhs. Inggris, kata mendengarkan diterjemahkan learn yang berarti belajar. Jadi dengan mendengarkan kita akan mendapatkan pelajaran yang baru dari seseorang.

Zig ziglar berkata : When you talk, you say something you already know and when you listen you find out what someone else know. Artinya kurang lebih adalah, ketika kita berbicara, kita memberikan informasi yang kita sendiri sudah tahu dan ketika kita mendengarkan atau menyimak, maka kita mendapatkan informasi dari orang lain, walaupun mungkin ada yang sudah kita ketahui. Disinilah kita mendapatkan pelajaran yang baru.

7. Loving Others.
Mendengarkan adalah tanda atau bentuk dari kasih seseorang. Hanya mendengarkan saja tanpa memberi pendapat atau menghakimi, menawarkan solusi, sudah menyenangkan dan menenangkan hati orang lain. Ingatlah, kita diberi satu mulut dan dua telinga supaya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Terkadang, hanya mendengarkan saja sudah cukup untuk mengasihi sesama dan menyelesaikan masalah.

Ketika anda bersikap sebagai pendengar yang baik, orang akan merasakan bahwa anda peduli pada mereka ~ Gerrald Green

8. Prevent Problems.
Mendengarkan juga akan mencegah masalah. Suatu kali, ada seorang dokter pernah salah dalam memberi obat karena tidak mendengarkan dengan baik. Apabila mendengarkan dengan baik, tentunya begitu banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

Dalam hubungan sering terjadi konflik karena mereka tidak mau mendengarkan satu dengan yang lainnya: baik hubungan dengan pacar, orang tua dengan anak, istri dengan suami. Ingatlah, apabila kita tidak mau menyimak dan hanya ingin didengar saja, bebek juga bisa mendengar!  Jadi kita tidak jauh beda dengan bebek.


Sumber
  1. Wisdom of God
  2. E-Sword – The Sword of the LORD with an electronic edge
  3. KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1
  4. DVD - Sermon ~ Jeffrey Rachmat “The art of Listening”

No comments: