Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Saturday, October 5, 2013

MUKJIZAT & KESEMBUHAN


A. PENGERTIAN MUKJIZAT
Mukjizat, atau dalam bahasa Inggris disebut Miracle, menurut kamus Webster’s New World Dictionary adalah sebuah peristiwa atau tindakan yang terlihat kontradiksi dengan kaedah ilmu pengetahuan dan sering kali diyakini dari Tuhan. Dengan lebih sederhana lagi, dapat dikatakan bahwa mukjizat itu adalah suatu kejadian yang melampaui akal budi manusia.[1] Jadi, mukjizat itu adalah hal yang spektakuler.


Di samping itu, ada juga mukjizat-mukjizat yang biasa, tetapi sebenarnya spektakuler. Hal ini kurang diperhatikan, karena terkesan biasa. Yakni: bisa menghirup nafas sampai sekarang, memiliki tubuh yang lengkap, bisa pulang ke rumah dengan selamat, sembuh dari luka kecelakaan, dll. Bahkan, melihat sebiji benih[2] yang berubah menjadi buah, juga termasuk mukjizat. Jadi, mukjizat ada dua, yakni: mukjizat yang spektakuler dan mukjizat yang terkesan biasa.

B. PENGERTIAN KESEMBUHAN
Kesembuhan memiliki kata dasar sembuh. Secara sederhana, kata sembuh berarti, menjadi sehat kembali atau pulih.[3]
Keempat Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) menceritakan pelayanan Tuhan Yesus sebagai Dokter yang Ajaib. Setiap orang yang datang kepadaNya dengan membawa sakit penyakit, maka hanya dengan FirmanNya yang berkuasa, Ia mampu menyembuhkan semua orang yang percaya kepadaNya. Mereka dapat pulih kembali, tanpa menggunakan obat-obatan dan alat-alat kedokteran, tetapi tetap ada prosesnya.

C. KORELASI MUKJIZAT DENGAN KESEMBUHAN
Ada kaitan yang erat sekali, antara mukjizat dengan kesembuhan. Beberapa peristiwa mukjizat yang terjadi dalam Alkitab pun, banyak yang menceritakan tentang kesembuhan. Seperti cerita tentang Hizkia yang sembuh dari penyakitnya[4];  perempuan yang menderita pendarahan[5]; orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, dan orang banyak lainnya[6]; dll.



Dapat disimpulkan, bahwa salah satu mukjizat adalah kesembuhan, dan kesembuhan adalah bagian dari mukjizat. Jadi, mukjizat tidak selalu berbicara tentang kesembuhan. Mukjizat dapat berbicara tentang membelah Laut Teberau[7], merubah air menjadi anggur[8], dll.

D. PRIBADI YANG MEMBUAT MUKJIZAT KESEMBUHAN
          Zaman sekarang, banyak fenomena tentang mukjizat. Salah satu tokoh di luar negeri (luar Indonesia) yang sering membuat mukjizat kesembuhan adalah Ps. Benny Hinn, dan tokoh dalam negerinya adalah Pdt. Yesaya Pariadji. Pada kenyataannya, memang banyak orang yang disembuhkan dari dua tokoh ini.



Tetapi yang jadi pertanyaan, apakah betul sumber mukjizat kesembuhan berasal dari mereka? Pertanyaan ini timbul karena banyak orang Kristen yang akhirnya mengandalkan kemampuan mereka. Jadi bila ingin sembuh, langsung menghubungi pendeta tersebut. Bila di Indonesia, tentu akan banyak orang mencari Pdt. Yesaya Pariadji. Seolah-olah sumber mukjizat kesembuhan berasal dari dia. Mungkin dia memang mendapatkan karunia mengadakan mukjizat, dan membuat banyak orang disembuhkan melalui dia, tetapi hal itu bukan berarti membuat dia menjadi lebih tinggi dari Tuhan Yesus Kristus.
Untuk itu, ada baiknya kita melihat dalam Alkitab tentang hal ini. Dalam Kisah Para Rasul 19:11 ditulis, “Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa ...” Dengan tegas ayat ini mengatakan, bahwa Allah yang membuat mukjizat, sedangkan Paulus hanya sebagai perantara Allah. Jadi seharusnya, yang dicari dan diperhatikan bukan orangnya, tetapi Allahnya!


Tuhan hanya memberi karunia kepada orang-orang tertentu saja, untuk menjadi perantara pembuat mukjizat kesembuhan. Tentu, orang tersebut adalah orang yang dipilihNya secara khusus. Seperti yang tertulis dalam 1 Kor 12:10, “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat ...
Jadi, Pribadi yang membuat mukjizat kesembuhan adalah Tuhan Yesus Kristus, bukan manusia. Karena yang memiliki kuasa adalah Tuhan!

E. METODE MUKJIZAT KESEMBUHAN
Tuhan dapat memakai banyak cara untuk melakukan mukjizat. Tuhan tidak terpaku hanya dengan satu metode. Dalam kisah Musa, Tuhan memakai tongkat yang dipegang Musa untuk membuat mukjizat[9], dalam kisah yang lain, Yesus membuat mukjizat dengan meludahi mata orang buta[10], dan masih banyak contoh lainnya dalam Alkitab.
Jadi, yang terpenting bukan metodenya, tetapi siapa yang menyembuhkan. Tentu sebagai orang percaya, kita yakin bahwa hanya Tuhan Yesus Kristus yang dapat menyembuhkan!

F. PROSES MUKJIZAT KESEMBUHAN
Pada dasarnya, proses terjadinya sebuah mukjizat kesembuhan sangat sederhana. Yaitu, hanya dengan iman dan usaha, maka kesembuhan akan terjadi, tetapi itu semua sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Contohnya, perempuan yang menderita pendarahan dua belas tahun lamanya. Ia melewati kerumunan orang banyak untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Jumbai ini disebut dengan tzitzit. Tzitzit adalah bagian dari selendang doa (jubah), yang biasa disebut tallit. Ukuran jumbai atau tzitzit ini kecil, sehingga agak susah untuk diraih dengan dihalangi orang banyak. Jadi, perempuan ini sangat berusaha untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Selain berusaha, perempuan ini juga memiliki keyakinan yang kuat, bahwa ia akan sembuh. Buktinya ia berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.[11]



Jadi, dalam proses mukjizat kesembuhan, iman dan usaha orang yang bersangkutan sangat penting, dibanding dengan media perantara seperti minyak[12] dan sapu tangan[13]. Bahkan, iman dan usaha juga lebih penting, dibanding dengan Pendeta yang mendoakannya, sekalipun ia telah mendapat karunia mukjizat.
Zaman modern sekarang ini, proses mukjizat kesembuhan tidak harus lewat hal-hal yang spektakuler, seperti sapu tangan Rasul Paulus. Tetapi Tuhan juga dapat bekerja lewat lewat dunia medis. Karena sekali lagi, Tuhan dapat memakai banyak cara untuk menyembuhkan seseorang.

G. KESIMPULAN
Mukjizat kesembuhan hanya diberikan bagi orang-orang tertentu, karena suatu kebutuhan khusus. Tentu hanya Tuhan saja yang mengerti tentang  hal ini, karena Tuhan yang membuat mukjizat kesembuhan itu terjadi. Bila kita sakit, lalu berdoa meminta mukjizat kesembuhan, tentu tidak ada yang salah dengan hal itu. Selama kita juga berusaha, dengan cara ke dokter. Tentu Tuhan akan menyembuhkan, bila Ia berkehendak. Namun ada yang harus diperhatikan, bahwa tidak setiap orang mengalami mukjizat kesembuhan secara jasmani.


Rasul Paulus adalah contoh seorang hamba Tuhan atau penginjil, yang tidak disembuhkan dari penyakitnya[14], sekalipun ia mendoakan orang lain dan disembuhkan[15]. Bila hal ini terjadi dalam hidup kita, bukan berarti Tuhan jahat terhadap kita, atau Tuhan tidak mendengar doa kita. Hanya saja, Tuhan mempunyai rencana yang lain dalam hidup kita. Sehingga kita tetap bisa menjadi kesaksian bagi orang lain, sekalipun tidak disembuhkan secara jasmani.
Lagi pula ada saatnya nanti kita akan disembuhkan secara total. Yaitu, pada saat kita mati secara secara jasmani, dan roh kita tidak merasakan sakit lagi.





[1] Muk·ji·zat n kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Lihat. Mukjizat, in KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1.
[2] Biji atau buah yg disediakan untuk ditanam atau disemaikan. Lihat. Benih, in KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1.
[3] KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1. Sembuh.
[4] Kitab Yesaya 38:1-7.
[5] Kitab Matius 9:20-22.
[6] Kitab Matius 15:29-31.
[7] Kitab Keluaran 14:15-31.
[8] Kitab Yohanes 2:1-11.
[9] Kitab Keluaran 4:17.
[10] Kitab Markus 8:23-25.
[11] Kitab Matius 9:20-22.
[12] Kitab Yakobus 5:14-15.
[13] Kitab Kisah Para Rasul 19:12.
[14] Kitab 2 Korintus 12:7-9.
[15] Kitab Kisah Para Rasul 28:8-9.

No comments: