Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Wednesday, October 16, 2013

Tafsir Kitab Lukas 16:9

Dan Aku berkata padamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."


Ikatlah persahabatan
Kata “Persahabatan” dalam bahasa Yunani ditulis φίλος - philos. Kata ini menunjukkan pada persahabatan yang baik (positif), bukan yang jahat. Tentu lingkupnya bukan sekadar teman biasa, tetapi sudah sampai tahap sahabat. Sahabat adalah seseorang yang sangat dekat atau karib dengan kita, sehingga kita juga tidak ragu untuk mengasihinya. Dari kata philos pun memiliki akar kata yang sama dengan kata phileo, yaitu kasih terhadap sesama. Jadi, dua orang yang bersahabat adalah dua orang yang memiliki hubungan yang baik.

Biasanya, kata persahabatan digunakan untuk sesama manusia. Namun kali ini, Yesus mengajar pada murid-muridNya (ay.1) untuk mengikat persahabatan dengan mamon, yang notabene adalah benda mati. Artinya, Yesus mengajarkan pada murid-muridnya, untuk dapat memiliki hubungan yang baik dengan mamon.


mempergunakan Mamon
Mamon dalam bahasa Yunani ditulis μαμμωνᾶς - mammōnas. Bahasa Aram dari kata ini adalah mamon atau mamona, yang dipakai dalam arti: harta milik atau modal. Juga bisa diterjemahkan dengan “uang”. Jadi jelas sekali, bahwa mamon adalah benda mati! Benda mati adalah benda yang tidak bergerak.

Alkitab Edisi Studi mengatakan, bahwa mamon atau uang tidak dengan sendirinya jahat. Namun, orang sering berlaku curang demi mendapatkan uang. Dari pihak keagamaan pada zaman Yesus, kata ini telah mendapat nada yang tidak baik, karena sering harta milik atau modal dikumpulkan dengan jalan penipuan, kelaliman, pemerasan, ketamakan, dan lain-lain. Dari sinilah terungkap mamon yang tidak baik atau tidak jujur, karena ada orang-orang yang menggunakan mamon dengan tidak benar.


tidak jujur
Kata “Tidak Jujur” ditulis ἀδικία – adikia dalam bahasa Yunani. Kata ini mempunyai pengertian injustice, iniquity, unjust, unrighteousness, wrong. Semua kata ini tidak ada yang positif. Semua berbicara tentang ketidakadilan, tidak baik dan tidak jujur. Sekali lagi, mamon dikatakan tidak jujur, karena ada yang memakainya untuk hal yang tidak baik.

Jadi, mamon sebenarnya adalah benda mati yang berguna, benda tersebut dapat digunakan untuk hal yang baik, namun juga dapat digunakan untuk hal yang tidak baik. Semua tergantung pada si pemakai mamon tersebut.


Mamon itu tidak dapat menolong lagi
Kalimat ini menyatakan, bahwa ada waktu di mana mamon tidak dapat menolong lagi. Berarti sifat mamon itu tidak abadi atau tidak kekal. Tentunya mamon tidak dapat menolong lagi, setelah kita mengalami kematian secara jasmani. Karena mamon tidak bisa dibawa ke alam roh.


diterima di dalam kemah abadi
Kata “kemah” dalam bahasa Yunani ditulis σκηνή - skēnē, yang artinya tenda atau Tabernakel. Dan kata “abadi” ditulis αἰώνιος - aiōnios, yang berarti kekal. Hal ini menunjukkan pada tempat yang abadi atau kekal. Tentunya tempat yang kekal ada dua, yakni: kekekalan dalam Neraka dan kekekalan dalam Sorga.

Kemah abadi memang tidak secara harafiah menunjuk pada sorga. Namun melihat dari bahasa aslinya, kata kemah dapat berarti Tabernakel. Tabernakel adalah gambaran atau bayangan dari KERAJAAN SORGA, TEMPAT KEDIAMAN ALLAH. Pengertian rohani daripada Tabernakel adalah KERAJAAN SORGA.

Uang dan harta kekayaan dapat bermanfaat untuk membantu orang lain. Namun, sifat uang tidak abadi. Tuhan Yesus menawarkan hal yang jauh lebih berharga, yaitu kediaman abadi. Di situ kita dapat tinggal bersamaNya untuk sampai selamanya.


Kesimpulan
Mamon adalah harta kekayaan, modal atau uang. Mamon adalah benda mati. Yesus mengajarkan pada murid-muridnya untuk mengikat persahabatan (positif) dengan menggunakan mamon (positif). Karena bila dapat menggunakannya dengan benar, maka hasilnya juga baik (positif). Yesus mengingatkan kepada kita, bahwa setelah kita meninggal, mamon tidak dapat digunakan lagi, karena mamon tidak abadi. Tetapi Yesus menerima kita untuk masuk dalam TEMPAT KEDIAMANNYA yang abadi (positif). 



__________________________
Sumber :
1. Wisdom of God
2. Lembaga Alkitab Indonesia, "Alkitab Edisi Studi", Jakarta : LAI, 2010, cet.1.
3. Dr. Boland, B.J., "Tafsiran Alkitab Injil Lukas", Jakarta : PT BPK Gunung Mulia, 2001, cet.1.
4. E-Sword – The Sword of the LORD with an electronic edge
5. KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1

Saturday, October 5, 2013

MUKJIZAT & KESEMBUHAN


A. PENGERTIAN MUKJIZAT
Mukjizat, atau dalam bahasa Inggris disebut Miracle, menurut kamus Webster’s New World Dictionary adalah sebuah peristiwa atau tindakan yang terlihat kontradiksi dengan kaedah ilmu pengetahuan dan sering kali diyakini dari Tuhan. Dengan lebih sederhana lagi, dapat dikatakan bahwa mukjizat itu adalah suatu kejadian yang melampaui akal budi manusia.[1] Jadi, mukjizat itu adalah hal yang spektakuler.


Di samping itu, ada juga mukjizat-mukjizat yang biasa, tetapi sebenarnya spektakuler. Hal ini kurang diperhatikan, karena terkesan biasa. Yakni: bisa menghirup nafas sampai sekarang, memiliki tubuh yang lengkap, bisa pulang ke rumah dengan selamat, sembuh dari luka kecelakaan, dll. Bahkan, melihat sebiji benih[2] yang berubah menjadi buah, juga termasuk mukjizat. Jadi, mukjizat ada dua, yakni: mukjizat yang spektakuler dan mukjizat yang terkesan biasa.

B. PENGERTIAN KESEMBUHAN
Kesembuhan memiliki kata dasar sembuh. Secara sederhana, kata sembuh berarti, menjadi sehat kembali atau pulih.[3]
Keempat Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) menceritakan pelayanan Tuhan Yesus sebagai Dokter yang Ajaib. Setiap orang yang datang kepadaNya dengan membawa sakit penyakit, maka hanya dengan FirmanNya yang berkuasa, Ia mampu menyembuhkan semua orang yang percaya kepadaNya. Mereka dapat pulih kembali, tanpa menggunakan obat-obatan dan alat-alat kedokteran, tetapi tetap ada prosesnya.

C. KORELASI MUKJIZAT DENGAN KESEMBUHAN
Ada kaitan yang erat sekali, antara mukjizat dengan kesembuhan. Beberapa peristiwa mukjizat yang terjadi dalam Alkitab pun, banyak yang menceritakan tentang kesembuhan. Seperti cerita tentang Hizkia yang sembuh dari penyakitnya[4];  perempuan yang menderita pendarahan[5]; orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, dan orang banyak lainnya[6]; dll.



Dapat disimpulkan, bahwa salah satu mukjizat adalah kesembuhan, dan kesembuhan adalah bagian dari mukjizat. Jadi, mukjizat tidak selalu berbicara tentang kesembuhan. Mukjizat dapat berbicara tentang membelah Laut Teberau[7], merubah air menjadi anggur[8], dll.

D. PRIBADI YANG MEMBUAT MUKJIZAT KESEMBUHAN
          Zaman sekarang, banyak fenomena tentang mukjizat. Salah satu tokoh di luar negeri (luar Indonesia) yang sering membuat mukjizat kesembuhan adalah Ps. Benny Hinn, dan tokoh dalam negerinya adalah Pdt. Yesaya Pariadji. Pada kenyataannya, memang banyak orang yang disembuhkan dari dua tokoh ini.



Tetapi yang jadi pertanyaan, apakah betul sumber mukjizat kesembuhan berasal dari mereka? Pertanyaan ini timbul karena banyak orang Kristen yang akhirnya mengandalkan kemampuan mereka. Jadi bila ingin sembuh, langsung menghubungi pendeta tersebut. Bila di Indonesia, tentu akan banyak orang mencari Pdt. Yesaya Pariadji. Seolah-olah sumber mukjizat kesembuhan berasal dari dia. Mungkin dia memang mendapatkan karunia mengadakan mukjizat, dan membuat banyak orang disembuhkan melalui dia, tetapi hal itu bukan berarti membuat dia menjadi lebih tinggi dari Tuhan Yesus Kristus.
Untuk itu, ada baiknya kita melihat dalam Alkitab tentang hal ini. Dalam Kisah Para Rasul 19:11 ditulis, “Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa ...” Dengan tegas ayat ini mengatakan, bahwa Allah yang membuat mukjizat, sedangkan Paulus hanya sebagai perantara Allah. Jadi seharusnya, yang dicari dan diperhatikan bukan orangnya, tetapi Allahnya!


Tuhan hanya memberi karunia kepada orang-orang tertentu saja, untuk menjadi perantara pembuat mukjizat kesembuhan. Tentu, orang tersebut adalah orang yang dipilihNya secara khusus. Seperti yang tertulis dalam 1 Kor 12:10, “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat ...”
Jadi, Pribadi yang membuat mukjizat kesembuhan adalah Tuhan Yesus Kristus, bukan manusia. Karena yang memiliki kuasa adalah Tuhan!

E. METODE MUKJIZAT KESEMBUHAN
Tuhan dapat memakai banyak cara untuk melakukan mukjizat. Tuhan tidak terpaku hanya dengan satu metode. Dalam kisah Musa, Tuhan memakai tongkat yang dipegang Musa untuk membuat mukjizat[9], dalam kisah yang lain, Yesus membuat mukjizat dengan meludahi mata orang buta[10], dan masih banyak contoh lainnya dalam Alkitab.
Jadi, yang terpenting bukan metodenya, tetapi siapa yang menyembuhkan. Tentu sebagai orang percaya, kita yakin bahwa hanya Tuhan Yesus Kristus yang dapat menyembuhkan!

F. PROSES MUKJIZAT KESEMBUHAN
Pada dasarnya, proses terjadinya sebuah mukjizat kesembuhan sangat sederhana. Yaitu, hanya dengan iman dan usaha, maka kesembuhan akan terjadi, tetapi itu semua sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Contohnya, perempuan yang menderita pendarahan dua belas tahun lamanya. Ia melewati kerumunan orang banyak untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Jumbai ini disebut dengan tzitzit. Tzitzit adalah bagian dari selendang doa (jubah), yang biasa disebut tallit. Ukuran jumbai atau tzitzit ini kecil, sehingga agak susah untuk diraih dengan dihalangi orang banyak. Jadi, perempuan ini sangat berusaha untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Selain berusaha, perempuan ini juga memiliki keyakinan yang kuat, bahwa ia akan sembuh. Buktinya ia berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”[11]



Jadi, dalam proses mukjizat kesembuhan, iman dan usaha orang yang bersangkutan sangat penting, dibanding dengan media perantara seperti minyak[12] dan sapu tangan[13]. Bahkan, iman dan usaha juga lebih penting, dibanding dengan Pendeta yang mendoakannya, sekalipun ia telah mendapat karunia mukjizat.
Zaman modern sekarang ini, proses mukjizat kesembuhan tidak harus lewat hal-hal yang spektakuler, seperti sapu tangan Rasul Paulus. Tetapi Tuhan juga dapat bekerja lewat lewat dunia medis. Karena sekali lagi, Tuhan dapat memakai banyak cara untuk menyembuhkan seseorang.

G. KESIMPULAN
Mukjizat kesembuhan hanya diberikan bagi orang-orang tertentu, karena suatu kebutuhan khusus. Tentu hanya Tuhan saja yang mengerti tentang  hal ini, karena Tuhan yang membuat mukjizat kesembuhan itu terjadi. Bila kita sakit, lalu berdoa meminta mukjizat kesembuhan, tentu tidak ada yang salah dengan hal itu. Selama kita juga berusaha, dengan cara ke dokter. Tentu Tuhan akan menyembuhkan, bila Ia berkehendak. Namun ada yang harus diperhatikan, bahwa tidak setiap orang mengalami mukjizat kesembuhan secara jasmani.


Rasul Paulus adalah contoh seorang hamba Tuhan atau penginjil, yang tidak disembuhkan dari penyakitnya[14], sekalipun ia mendoakan orang lain dan disembuhkan[15]. Bila hal ini terjadi dalam hidup kita, bukan berarti Tuhan jahat terhadap kita, atau Tuhan tidak mendengar doa kita. Hanya saja, Tuhan mempunyai rencana yang lain dalam hidup kita. Sehingga kita tetap bisa menjadi kesaksian bagi orang lain, sekalipun tidak disembuhkan secara jasmani.
Lagi pula ada saatnya nanti kita akan disembuhkan secara total. Yaitu, pada saat kita mati secara secara jasmani, dan roh kita tidak merasakan sakit lagi.





[1] Muk·ji·zat n kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Lihat. Mukjizat, in KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1.
[2] Biji atau buah yg disediakan untuk ditanam atau disemaikan. Lihat. Benih, in KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1.
[3] KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1. Sembuh.
[4] Kitab Yesaya 38:1-7.
[5] Kitab Matius 9:20-22.
[6] Kitab Matius 15:29-31.
[7] Kitab Keluaran 14:15-31.
[8] Kitab Yohanes 2:1-11.
[9] Kitab Keluaran 4:17.
[10] Kitab Markus 8:23-25.
[11] Kitab Matius 9:20-22.
[12] Kitab Yakobus 5:14-15.
[13] Kitab Kisah Para Rasul 19:12.
[14] Kitab 2 Korintus 12:7-9.
[15] Kitab Kisah Para Rasul 28:8-9.

Wednesday, August 21, 2013

Di Mana Saja & Kapan Saja - Yosua 1:8



Mungkin Anda bingung, bagaimana mungkin seorang manusia mampu merenungkan Taurat atau firman Tuhan siang dan malam, sedangkan di sisi lain, kita juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mengurus anak, makan, tidur, dll. Tentu waktunya tidak akan cukup untuk merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Sebenarnya, justru hal ini sangat menarik! Firman Tuhan tidak mengatakan, "bacalah firman Tuhan siang dan malam", tetapi firman Tuhan berkata, "... renungkanlah itu siang dan malam ..."    

Membaca firman Tuhan, membutuhkan waktu dan tempat. Kita harus mencari waktu, di mana kita dapat membacanya dengan ketenangan, supaya lebih fokus. Kita juga membutuhkan cahaya untuk dapat membaca, tentunya waktu pagi hari atau siang hari. Mungkin waktu sore atau malam hari bisa, tetapi membutuhkan lampu.  Selain itu, kita juga membutuhkan tempat untuk membaca. Tentunya kita tidak bisa membaca pada saat sedang mengendarai motor atau mobil, kita membutuhkan ruangan untuk membaca. Tetapi, uniknya dari merenungkan firman Tuhan adalah, kita tidak membutuhkan waktu, tempat dan cahaya, karena kita dapat melakukan hal itu di mana saja dan kapan saja. 

Kita tidak membutuhkan waktu khusus, atau tempat khusus untuk merenungkan firman Tuhan. Memang, untuk merenungkan firman Tuhan, kita harus membacanya terlebih dahulu, karena bila tidak, apa yang dapat kita renungkan? Tetapi, bagaimana pun juga, kita dapat merenungkan firman Tuhan pada saat kita sedang bekerja, pada saat kita sedang mengendarai motor atau mobil, pada saat kita sedang memasak, pada saat kita sedang mengurus anak, bahkan, pada saat kita jalan-jalan pun, kita dapat merenungkan firman Tuhan yang sudah dibaca sebelumnya.

Beberapa orang Kristen lebih menekankan untuk membaca firman Tuhan. Terlebih lagi ada yang memakai tambahan kalimat, "mengerti atau tidak, yang penting membaca dulu!", tentu tidak ada yang salah dengan membaca firman Tuhan, tetapi jangan lupa, bahwa pengertian membutuhkan perenungan. Untuk itulah, selain membaca firman Tuhan, kita juga harus merenungkannya untuk mendapatkan pengertian. Sehingga, hidup kita dituntun oleh kebenaran firman Tuhan, dan dalam bertindak atau mengambil keputusan, kita dapat lebih berhati-hati lagi. Artinya, kita dapat mempertimbangkan setiap keputusan yang dibuat dalam hidup ini, apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Bila kita melakukan hal itu, firman Tuhan berkata, bahwa hidup kita akan berhasil. Selain berhasil, firman Tuhan juga mengatakan, bahwa kita akan beruntung, maksudnya kita juga akan sukses. Tentu itu semua dimulai dari kedisplinan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan, tidak hanya siang saja, tetapi siang dan malam. Artinya, setiap saat kita harus merenungkan firman Tuhan.

Membaca firman Tuhan memang penting, 
tetapi merenungkan firman Tuhan juga sama pentingnya. 

Monday, August 19, 2013

Stand-Up Comedy - Amsal 15:13; 17:22

"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, 
tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, 
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

Komedi tunggal atau Stand-Up Comedy adalah salah satu genre profesi melawak, yang pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog mengenai suatu topik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal, komik, atau komik berdiri (komik tunggal). Komedi tunggal ini biasanya dilakukan oleh satu orang dan biasanya juga berbentuk grup. Mereka biasanya melawak di kafe-kafe atau di stasiun televisi. 

Salah seorang komik yang bernama Soleh Solihun pernah ditanya, tentang belajar dari mana untuk menjadi komik. "Saya enggak pernah belajar. Karena sering ngomong di depan umum saja kali ya. Di kampus sering jadi pembawa acara. Ya enggak tahu, akhirnya begitu saja. Enggak pernah belajar teori. Yang lain pada belajar teori, saya enggak tahu teorinya bagaimana. Yang penting tujuannya membuat orang ketawa. Bagaimana ketika omong itu membuat ketawa. Itu saja." Ujarnya. 

Jadi, tujuan dari mereka sebenarnya adalah menghibur penonton dengan membuat tertawa. Tertawa dan humor memberikan kegembiraan dalam kehidupan kita. Tertawa memang bukan sesuatu yang spesial. Namun, penelitian menyebutkan bahwa tertawa mendatangkan banyak manfaat. Para ahli mengatakan anak-anak bisa tertawa tiga ratus sampai empat ratus kali sehari, sementara itu orang dewasa hanya tertawa tidak kurang dari dua puluh kali sehari. Dari setumpuk pekerjaan, tanggung jawab yang berat dan rutinitas kehidupan sehari-hari, acap kali merampas tawa dan kegembiraan kita. Sehingga banyak orang yang stres dan timbul penyakit atau virus yang tidak diketahui dari mana asalnya, karena kondisi tubuh yang lemah dan tidak semangat. Seandainya setiap orang sadar bahwa tersenyum dan tertawa itu sungguh berarti bagi kehidupan, sepertiga obat yang ada di apotek dan toko-toko obat lainnya, tidak akan kita butuhkan. Tertawa akan menghasilkan hati yang gembira dan firman Tuhan berkata bahwa hati yang gembira akan membuat muka kita berseri-seri dan juga sebagai obat yang manjur.

Dalam kehidupan kita sehari-hari yang penuh dengan tekanan baik dalam rumah, pekerjaan atau lingkungan sekitar akan membuat kita menjadi patah semangat dalam menjalani kehidupan. Hal ini sangat tidak baik bagi kehidupan kita, karena kehidupan kita menjadi tidak normal lagi. Dengan tertawa akan membuat hidup kita menjadi seimbang dan tenang. Dan kita pun juga dapat bekerja lebih baik lagi. Ini menjadi kekuatan yang membuat seseorang mengoptimalkan setiap yang dikerjakannya. Tentunya dengan tertawa juga akan menyingkirkan kerutan dahi. Situasi yang serius terus-menerus akan menghalangi kita untuk tertawa. Mari kita luangkan waktu sejenak dari kesibukan kita sehari-hari untuk tertawa lepas, bersama dengan orang-orang di sekitar kita.

Kesibukan dalam pekerjaan tidak selalu menghasilkan hati yang gembira.

Friday, August 16, 2013

Menyapu Iri Hati - 1 Samuel 18:6-9

Suatu hari, kota Atena memberikan sebuah meja marmer dari Italia Selatan yang bagus sekali untuk dihadiahkan kepada Plato. Plato diberi hadiah karena diangkat sebagai warga Atena yang terhormat. Plato sangat senang, lalu ia mengundang semua teman-temannya untuk berpesta merayakannya. Semua teman-temannya datang, makan dan minum. Saat pesta itu hampir selesai, datanglah seorang teman Plato yang juga adalah seorang filsuf, dengan sepatu yang kotor karena telah berjalan berkilo-kilometer dari desanya. Dia berkata, "Saudara-saudara, saya sangat menghormati Plato. Saya tahu Plato diangkat menjadi anggota warga kota yang mulia dan terhormat, serta juga dihadiahkan sebuah marmer yang begitu indah." Kemudian dia langsung melompat ke atas meja marmer itu dengan sepatu kotornya menginjak-injak meja itu, "Supaya Plato tidak sombong, maka saya harus menginjak meja ini untuk mengingatkannya. Saya menginjak-injak kesombongan
Plato." Sesudah itu, orang tersebut turun dari meja. Apakah benar Plato sombong karena diberi marmer? Tentu tidak, dia hanya menyelenggarakan pesta untuk merayakan bersama teman-temannya. Apabila kita di posisi Plato pada saat itu, pasti kita akan marah besar. Tetapi Plato terdiam sejenak, lalu ia masuk kamar dan keluar dengan sebuah sapu, dan menyapu meja yang kotor itu. Kata Plato, "Kawanku yang agung, dengan persahabatan yang begitu hebat, kamu rela datang dari tempat yang begitu jauh untuk merayakan keunggulan kamu, aku sangat berterima kasih. Aku lebih berterima kasih lagi, karena kamu telah menginjak-injak kesombonganku, sekarang, aku harus menyapu iri hatimu".

Iri hati dan sombong itu saudara sepupu, apabila ada yang mengatakan kepada kita, bahwa kita sombong berulang-ulang, tetapi Anda sebenarnya tidak sombong, berarti orang tersebut sudah mulai iri kepada kita. Kita tidak perlu iri hati dengan apa yang dimiliki orang lain, karena sebenarnya kita memiliki kelebihannya tersendiri. Kalau ada orang yang lebih pandai dari kita, akuilah kepandaiannya dan kelebihannya, lalu belajarlah untuk bisa meraih hal itu. Pujilah dia, karena dia memang layak dipuji atas kepandaiannya. Tidak perlu iri hati, karena iri hati akan menghalangi kelebihan kita sendiri, sehingga kita tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya. Raja Saul seharusnya bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya, namun karena iri hati terhadap Daud, dia tidak berkembang, bahkan sejak hari itu, Saul selalu mendengki Daud, sehingga roh jahat berkuasa atas Saul. 

Pada saat kebencian berkuasa atas kita, maka roh jahat akan timbul, dan hal itu dapat menyebabkan rasa ingin menyingkirkannya dengan cara-cara yang kejam seperti membunuh. Untuk itulah, mari kita belajar untuk menerima kelebihan orang lain dengan lapang dada, dan berjuanglah untuk mendapatkan kelebihan kita sendiri.


Iri hati hanya menghalangi kelebihan kita 
untuk dapat berkembang lebih baik.