Welcome....

Selamat datang teman-teman. Saya Paulus yang biasa dipanggil PaO. Saya rindu sekali untuk membuat artikel. Disinilah saya menuangkan semua hasil pemikiran. Saya beri judul pada Blog ini, Reflection Results. Ini semua hasil pemikiran, ide, refleksi dari saya sendiri. Apabila ada kata-kata atau kalimat dari orang lain, saya berikan footnote atau resensi tulisan. Saya yakin anda mendapat pelajaran yang baik pada saat anda membacanya. Bila teman-teman sedang ada waktu, boleh sekalian dikasih komentarnya dalam setiap artikel yang dibaca. Bila ada yang tidak setuju juga tidak masalah :D all praise to Jesus! praise for ever!!

Selamat Membaca. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

Penulis : Pdp. Paulus Igunata Sutedjo, M.Th.

Labels

Monday, November 4, 2013

Dambaan Setiap Orang - Amsal 12:24

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. 


Banyak orang yang bertalenta luar biasa di Indonesia ini. Salah satunya adalah Irwin Yousept. Dia meraih gelar doktornya di usia 26 tahun dengan predikat summa cum laude di Technische Universitat Darmstadt dan kini bekerja di almamaternya tersebut, di Technische Universitat Darmstadt, Universitat di Hessen, Jerman sebagai pengajar. Yousept hanya membutuhkan waktu dua setengah tahun untuk merampungkan Strata I dan II, serta dua setengah tahun untuk mendapatkan gelar Doktor, yaitu Ph.D. Setelah lulus dari SMA Tarakanita, Pluit, pria kelahiran Jakarta 14 April 1982 ini mengaku mantap memilih melanjutkan studinya di Jerman. Pesan yang menarik dari Yousept untuk seluruh pelajar dan mahasiswa di Indonesia adalah jangan putus asa apabila mengalami kegagalan, kita harus gigih dan kerja keras. Dengan kerja keras kita akan mencapai apa pun yang kita inginkan. Setiap usaha pasti ada halangannya, tetapi kita harus tetap berani menghadapi halangan tersebut, berani gagal. 

Di sisi lain, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, berhasil meraih gelar All England 2013. Kemenangan ini sekaligus membuat pasangan Indonesia ini berhasil meraih gelar All England dua kali berturut-turut, yaitu 2012 dan 2013. Setelah pertandingan, Tontowi mengungkapkan bahwa kemenangan itu merupakan hasil dari latihan keras dan juga persiapan matang. Pasangannya, Liliyana menyatakan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar juara All England tahun ini sebagai momen yang tak terlupakan.

Setiap orang yang bekerja, belajar, atau yang menjalankan usahanya pasti ingin mendapatkan kesuksesan. Hal ini menjadi dambaan bagi setiap orang. Sukses seorang dokter adalah pada saat dia dapat menyembuhkan pasiennya. Sukses seorang guru adalah bisa meluluskan semua muridnya dengan nilai yang terbaik. Sukses seorang penulis adalah pada saat ia bisa memberkati dan membantu orang lain lewat tulisannya. Sukses seorang pengusaha adalah pada saat ia bisa memberi kompensasi yang layak kepada semua karyawannya dan mendapatkan keuntungan yang besar. 

Masing-masing orang mempunyai tujuan kesuksesannya sendiri, sesuai dengan bidangnya. Yang jadi masalah adalah ada beberapa orang yang tidak menggunakan waktunya dengan kerja keras, bahkan sebaliknya, mereka hanya bermalas-malasan, sehingga mereka sukses menjadi seorang pemimpi saja. Mereka tidak merealisasikan mimpinya. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang rajin. Orang yang rajin akan berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras, sehingga seluruh mimpinya dapat tercapai. Dalam sejarah manusia, tidak ada orang yang bermalas-malasan kemudian menjadi orang sukses. Sejarah manusia selalu mengajarkan, bahwa orang yang sukses adalah orang yang berusaha dengan kerja keras. Tentunya Tuhan juga turut campur tangan dalam setiap kesuksesan kita. 


Orang yang bekerja keras pasti menghasilkan kesuksesan, 
orang yang malas pasti menghasilkan kegagalan.




__________________________

Sumber :
1. Wisdom of God.
2. Renungan Harian Manna Sorgawi, Kamis, 19 September 2013

Friday, November 1, 2013

Membuka Payung Sebelum Hujan - Matius 6:25-34

Ateis adalah orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan, sedangkan ateis praktis adalah orang yang sekalipun percaya bahwa Tuhan itu ada, tetapi hidup seakan-akan Tuhan tidak ada. Salah satu ciri orang ateis praktis adalah orang yang khawatir terus-menerus akan hidup dan masa depannya. Mungkin, dia adalah orang percaya yang rajin ke gereja, tetapi dia khawatir dengan hal-hal yang bahkan belum tentu atau mungkin tidak pernah terjadi. Ateis praktis dapat diumpamakan seperti orang yang membuka payung sebelum hujan turun.

Orang yang membuka payung sebelum hujan adalah orang yang khawatir akan adanya hujan tetapi hujan belum turun. Lalu apa fungsinya bila payung tersebut dibuka sebelum hujan? Seharusnya cukup dengan menyediakan payung saja, tidak perlu dibuka, seperti peribahasa berkata "sedia payung sebelum hujan". Dapat kita artikan, kekhawatiran ada dua macam: Pertama, khawatir positif, yaitu seperti orang yang sedia payung sebelum hujan. Kedua, khawatir negatif, yaitu seperti orang yang membuka payung sebelum hujan. Jadi persamaan antara orang yang membuka payung sebelum hujan dengan ateis praktis adalah mereka sama-sama khawatir akan suatu hal yang belum terjadi atau tidak akan pernah terjadi.

Seorang rohaniwan Jerman, ahli teologia Kristen, pendiri Gereja Lutheran dan tokoh reformasi gereja terkemuka yang bernama Martin Luther adalah seseorang yang dapat dikatakan tukang khawatir dan sering menderita periode panjang depresi. Pada suatu pagi ia bangun dan menemukan istrinya berjalan keliling rumah mengenakan pakaian berkabung hitam. Tirai dipasang dan lilin dinyalakan seolah-olah keluarga sedang berkabung. Karena gelisah melihat hal itu, ia bertanya, "Siapa yang meninggal?" Istrinya berbalik kepadanya dan berkata, "Tuhan yang meninggal!" Ia berkata, "Jangan bercanda! Tuhan tidak meninggal!" Istrinya kemudian menjawab perkataannya, "Oh, tidak? Lalu mengapa kau bertingkah seperti itu sejak minggu lalu?"

Dari zaman Yesus, sampai sekarang, kekhawatiran selalu menjadi masalah. Buktinya  salah satu khotbah di bukit adalah tentang hal kekhawatiran. Kita seharusnya belajar dari khotbah Yesus tentang hal kekhawatiran. Memang hidup dan tubuh tidak akan bertahan tanpa makanan dan pakaian, tetapi Yesus berkata bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh lebih penting dari pakaian. Kita bisa hidup dan diberikan tubuh, merupakan salah satu anugerah yang besar dari Tuhan Yesus Kristus. Jadi, apabila Tuhan sudah memberikan suatu hal besar kepada kita, yaitu hidup dan tubuh, maka Tuhan pasti akan memberikan hal kecil, yaitu mencukupi seluruh kebutuhan hidup kita, baik sandang, pangan ataupun papan, sehingga masa depan kita terjamin di dalam tanganNya. Oleh sebab itu, yang seharusnya kita lakukan adalah bekerja, sehingga Tuhan dapat memberkati kita. 


Orang yang selalu khawatir akan hidupnya, 
sama dengan orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada.




_______________________

Sumber:
1. Wisdom of God.
2. Renungan Harian Manna Sorgawi, Kamis, 22 Agustus 2013.

Thursday, October 31, 2013

The VOW - Matius 19:6; Markus 10:8-9

Janji di altar pernikahan tidak bisa main-main, karena itu adalah janji seumur hidup. Tetapi banyak orang yang menyepelekan janji ini dan berakhir dengan perceraian. The Vow adalah sebuah film yang ceritanya diambil dari kisah nyata dan dapat memberi pelajaran bagi kita semua tentang janji pernikahan. Kisah nyata yang diperankan oleh Channing Tatum dan Rachel McAdams itu dialami oleh pasangan suami-istri Kim dan Krickitt Carpenter yang berasal dari Las Vegas, New Mexico. Pada suatu malam, ketika pasangan itu berangkat ke rumah orang tua Kim di Arizona, Phoenix, sebuah truk menabrak mobil mereka dari belakang dengan keras dan mengakibatkan mobil pasangan tersebut rusak berat setelah terguling di jalan raya sepanjang puluhan meter. Hal itu menyebabkan Krickitt mengalami koma.

Akhirnya Krickitt sadar dari koma, namun dia kehilangan ingatannya selama dua tahun terakhir sebelum kecelakan itu terjadi, termasuk pernikahannya dengan Kim. Pasca Krickitt bangun dari koma, merupakan masa sulit bagi pasangan itu. Perubahan yang terjadi pada dirinya, diakui Krickitt membuat ia tertekan. Krickitt yang telah berubah total, merasa melakoni "akting sebagai istri dan ibu" dalam kehidupan rumah tangganya bersama Kim. Namun walaupun begitu, baik Krickitt dan Kim memilih tetap bersama di dalam ikatan pernikahan mereka. Kim dan Krickitt akhirnya menjalani beberapa konsultasi, dan mulai mencoba untuk membina kembali hubungan mereka dari awal. Mereka kembali berkencan, menonton film bersama, makan malam, dan segala hal romantis untuk menumbuhkan cinta di antara mereka. Usaha Kim dan Krickitt tidak sia-sia, tiga tahun setelah kecelakaan yang merenggut kebahagiaan mereka terjadi, pasangan itu kembali menikah untuk memberikan ingatan yang segar mengenai pernikahan kepada Krickitt.

Apabila kita memosisikan diri sebagai salah satu pasangan tersebut, tentu tidak mudah untuk menjalani hubungan itu. Mungkin terlintas di pikiran kita untuk bercerai. Tetapi, kisah ini memberi kita pelajaran penting tentang suatu janji pernikahan, bahwa apa pun yang terjadi dengan pasangan kita, kita harus tetap setia sampai maut memisahkan. Bukan karena pasangan kita cakep, cantik, pandai, menarik, berhasil dalam pekerjaan atau memiliki reputasi yang baik, tetapi karena kita sebagai anak Tuhan sudah seharusnya menaati firman Tuhan untuk tidak bercerai, apa pun yang terjadi dengan pasangan kita.

Kisah nyata yang sangat menginspirasi ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi pasangan suami-istri untuk dapat setia sampai mati dan belajar memahami pasangan seumur hidup. Kesetiaan diuji oleh waktu, untuk itu tetaplah setia pada pasangan. Seperti yang firman Tuhan katakan, "Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."   

Kelanggengan suatu pernikahan tergantung
bagaimana kita menerapkan janji pernikahan tersebut!




_______________________

Sumber:
1. Wisdom of God.
2. Renungan Harian Manna Sorgawi, Rabu, 21 Agustus 2013.

Wednesday, October 30, 2013

Dibandingkan Dengan Satpam? - Mazmur 121:1-8

Pertama kali saya bekerja dalam suatu perusahaan, saya mengalami kecelakaan yang cukup parah. Pulang kerja, saya langsung mengambil motor dan melaju dengan kencang supaya sampai di rumah dengan cepat. Tetapi ternyata di tengah jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melintas di depan mata dari arah kanan. Saya tidak sempat untuk mengerem atau banting stang motor, akhirnya saya menabrak pintu depan mobil tersebut dan badan saya terpelanting ke depan. Kepala saya menghantam pintu mobil depan dan terjatuh. Waktu kepala masih pusing, saya buka helm dan banyak orang yang menolong saya, serta orang saya tabrak pun ikut membantu. Setelah kejadian itu, saya pulang dan mengaca untuk melihat bagian muka saya yang rusak, karena saya merasa mulut saya rada bengkok. Tetapi puji Tuhan, mulut saya hanya jontor.    

Setelah direnungkan kembali kejadian tersebut, sebenarnya sangat tidak masuk di akal, karena saya tidak ke rumah sakit dan saya mengalami luka ringan, yang bisa disembuhkan memakai obat merah, sekalipun kecelakaan yang saya alami cukup parah. Bahkan keesokan harinya saya masih bisa bekerja dengan berjalan kaki dari rumah ke kantor, karena motor rusak parah. Motor itu diperbaiki di bengkel dalam waktu yang cukup lama karena bagian depannya sudah bengkok dan susah untuk diperbaiki. Montir di bengkel tersebut berkata, apabila motor sudah rusak dan hancur seperti ini, minimal pengendaranya masuk rumah sakit dalam keadaan yang cukup parah. Untuk kesekian kalinya mukjizat terjadi dalam hidup saya. Dalam Maz 121, dijelaskan bahwa Tuhan akan menjaga kita dari segala kecelakaan, Dia akan menjaga nyawa kita. Bahkan ada yang bilang bahwa Dia menjaga kita seperti satpam. Tuhan Yesus bukan satpam, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan satpam.

Mungkin kisah di atas adalah kisah mukjizat yang luar biasa dalam hidup saya. Tetapi, apabila kita renungkan tentang hal-hal kecil dalam kehidupan kita, seharusnya kita dapat mengucap syukur bahwa Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita. Pada saat kita berangkat sekolah, kuliah atau bekerja dan bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat tanpa adanya ancaman dari luar sedikit pun, itu sudah mukjizat yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Dan, waktu kita pulang ke rumah dari suatu tempat dengan selamat, itu pun juga mukjizat dari Tuhan. Banyak ancaman dari luar, seperti perampok yang seharusnya terjadi dalam hidup kita, tetapi kita sendiri tidak mengetahui, bahwa sebenarnya Tuhan sudah menjaga dan melindungi kita. Dia tidak pernah terlelap sedikit pun untuk menjaga kita. Untuk itulah kita harus selalu mengawali hari dengan doa dan menutup hari dengan doa, sehingga kita mempunyai hubungan yang baik dengan Bapa kita di Sorga. Mari di setiap pagi, kita meminta perlindungan dari Bapa di Sorga, sehingga kita terhindar dari segala macam ancaman dari luar dan kita dapat bekerja lebih baik.


Tuhan Yesus bukan satpam, 
bahkan tidak bisa dibandingkan dengan satpam!

Wednesday, October 23, 2013

kreasindonesia





kreasindonesia adalah blog kedua saya setelah http://reflectionresults.blogspot.com/. Kata ini hasil dari penggabungan kata kreasi dan kata Indonesia. Definisi kreasi adalah hasil daya cipta atau hasil daya khayal. Sebagai bangsa Indonesia, tentunya kita harus mengharumkan bangsa ini lewat kecakapan yang kita miliki. Anda harus berkreasi atau menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran untuk Indonesia. Kenapa? Karena Anda adalah salah satu penduduk bangsa Indonesia!

Daripada Anda menghabiskan waktu untuk menjelek-jelekkan Indonesia, alangkah baiknya bila Anda menciptakan sesuatu untuk Indonesia! Karena perubahan bangsa ini bukan ditentukan dari kata-kata yang jelek atau tidak membangun, tapi dari tindakan yang menghasilkan sesuatu! Untuk itu berkreasilah untuk Indonesia. Inilah definisi dari kreasindonesia.

Saya tidak bisa menciptakan sesuatu yang dapat mengubah Indonesia secara langsung. Tetapi setidaknya, saya berusaha menciptakan cara pandang yang baru tentang Indonesia. Untuk itulah blog kreasindonesia dibuat! Selamat Membaca, Selamat berkreasi!